Bappeda Kota Tangerang Kawal Percepatan Modifikasi Simpang Susun Kunciran dan Akses Bandara

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti

Kota Tangerang – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang memastikan percepatan implementasi kerja sama strategis penguatan akses bandara dan modifikasi Simpang Susun Kunciran berjalan sesuai tahapan perencanaan.

Kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang dengan PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk beserta anak perusahaannya menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan Kota Tangerang sebagai kota bisnis berkarakter aerotropolis.

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa pihaknya berperan dalam mengawal sinkronisasi kebijakan, perencanaan teknis, hingga penganggaran agar proyek strategis tersebut tepat sasaran.

“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan daerah, baik RTRW maupun RPJPD 2024–2045. Penguatan akses menuju dan dari kawasan bandara merupakan kebutuhan strategis yang harus dipersiapkan secara matang,” ujar Yeti, Senin (02/03/2026).

Sebagai wilayah penyangga Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang menghadapi mobilitas harian yang sangat tinggi. Kondisi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial seperti Simpang Susun Kunciran.

Yeti menjelaskan, tahapan awal yang tengah difokuskan pada 2026 adalah penyelesaian appraisal lahan serta proses perizinan.

“Persiapan sudah kami rencanakan tahun ini. Jika appraisal selesai pada 2026, maka pembayaran lahan dapat dilakukan tahun berikutnya dan dilanjutkan dengan konstruksi. Tahun ini kami fokus pada penyelesaian administrasi, perizinan, serta penertiban yang diperlukan,” jelasnya.

Menurutnya, modifikasi Simpang Susun Kunciran bukan hanya proyek infrastruktur semata, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas kawasan, mengurai potensi kepadatan lalu lintas, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Bappeda juga terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta pihak pengelola jalan tol agar pelaksanaan teknis di lapangan nantinya dapat berjalan efektif dan minim hambatan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Kami ingin setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada kemudahan mobilitas masyarakat, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja,” tambah Yeti.

Melalui pengawalan perencanaan yang terstruktur, Bappeda Kota Tangerang optimistis penguatan akses bandara dan modifikasi Simpang Susun Kunciran akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Kota Tangerang yang semakin terkoneksi, kompetitif, dan berkelanjutan.
(Zher)


Next Post

Ramadan Momentum Hijrah Diri: Kanwil Ditjenpas Banten Kobarkan Spiritualitas WBP Lewat Lomba Religi

Sen Mar 2 , 2026
KORANTANGERANG.COM-Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten menggelar berbagai lomba religi bagi Warga […]