Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang mulai menyalurkan Bantuan Sosial Uang (BSU) tahap pertama yang bersumber dari APBD kepada 2.924 warga penerima manfaat. Penyaluran dilakukan secara serentak di 13 kecamatan, Kamis (26/2/2026).
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu. Bantuan tersebut diberikan satu kali dalam setahun dan menyasar enam kategori penerima, di antaranya anak terlantar, anak yatim, serta kelompok rentan lainnya yang telah terdata dalam sistem kesejahteraan sosial.
“Hari ini kami lakukan penyaluran serentak di 13 kecamatan. Total penerima sebanyak 2.924 jiwa. Untuk Kecamatan Tangerang sendiri sekitar 239 orang. Kami juga melakukan monitoring langsung di beberapa wilayah bersama Wakil Wali Kota,” tutur Acep.
Ia menjelaskan, BSU tahap pertama ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menekan laju inflasi daerah. Terlebih, penyaluran dilakukan menjelang bulan suci Ramadan, sehingga diharapkan dapat meringankan beban warga.
“Tadi juga disampaikan agar bantuan digunakan untuk kebutuhan utama terlebih dahulu, seperti kewajiban keluarga dan kebutuhan pokok, apalagi menjelang Ramadan,” jelasnya.
Sementara itu, para penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Reni, warga Kebon Nanas, mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren serta kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih. Uangnya mau saya pakai untuk anak-anak dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Hal senada disampaikan Raya, warga Cikokol, yang berencana menggunakan bantuan tersebut untuk biaya berobat.
“Senang sekali dapat bantuan ini. Uangnya mau saya pakai untuk berobat karena saya dan suami sedang sakit. Terima kasih kepada pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Tangerang memastikan penyaluran dilakukan secara transparan dan tepat sasaran melalui data yang telah diverifikasi, serta terus melakukan evaluasi guna memastikan program bantuan sosial berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Zher)



