Serang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memastikan persiapan Pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 telah rampung. Tahap awal ini difokuskan pada verifikasi dan validasi data siswa, khususnya nilai rapor kelas 7 hingga 9 serta domisili calon peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaludin, mengimbau seluruh orang tua/wali dan pihak sekolah untuk memastikan data anak telah diinput dengan benar melalui sistem PRPS di SMP/sederajat masing-masing.
“Persiapan Pra-SPMB 2026 telah rampung. Saat ini kami fokus pada verifikasi data nilai rapor dan domisili siswa secara akurat melalui sistem PRPS di sekolah. Kami mengajak orang tua dan sekolah memastikan seluruh data anak sudah benar dari sekarang,” ujar Jamaludin, Senin (23/2/2024).
Ia menjelaskan, proses verifikasi data ditargetkan selesai pada akhir Februari 2026. Selanjutnya, Dindikbud akan melakukan sosialisasi secara masif mulai Maret 2026, sebelum memasuki tahapan pendaftaran utama SPMB pada Juni 2026.
“Target kami akhir Februari tahap verifikasi selesai. Maret akan kami lakukan sosialisasi besar-besaran agar masyarakat memahami mekanisme dan jadwalnya. Pendaftaran utama SPMB dijadwalkan pada Juni 2026,” jelasnya.
Menurut Jamaludin, langkah percepatan dan penataan sistem ini bertujuan menciptakan proses penerimaan peserta didik yang lebih adil dan transparan. Siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah negeri akan mendapat prioritas sesuai ketentuan zonasi/domilisi yang berlaku.
“Tujuan utama kami adalah memastikan proses penerimaan lebih adil. Siswa yang berdomisili dekat sekolah negeri mendapat prioritas, dan akses pendidikan tetap terjamin bagi seluruh anak di Banten,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan lebih dari 800 sekolah mitra gratis sebagai solusi bagi siswa yang belum diterima di sekolah negeri.
“Bagi yang tidak lolos di sekolah negeri, tidak perlu khawatir. Kami telah menyiapkan lebih dari 800 sekolah mitra gratis agar hak pendidikan anak-anak Banten tetap terpenuhi,” pungkas Jamaludin.
Dindikbud Provinsi Banten berharap kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dapat memastikan seluruh tahapan SPMB 2026 berjalan lancar, transparan, dan berpihak pada pemerataan akses pendidikan di Provinsi Banten. (Zher).



