KOTA TANGERANG – Lonjakan tagihan air pasca pemindahan layanan dari PERUMDAM TKR ke Perumda Tirta Benteng memicu keluhan dari sejumlah pelanggan di Kota Tangerang. Salah satunya datang dari warga Perum 2 Cimone yang mengaku terkejut saat mendapati nominal pembayaran air naik drastis.
Nur Dhany, warga setempat, mengatakan dirinya baru mengetahui adanya perubahan setelah hendak membayar tagihan bulanan. Ia mengaku kaget ketika melihat nominal yang biasanya berkisar Rp60 ribu, melonjak menjadi Rp150 ribu.
“Saya kaget sekali. Biasanya bayar sekitar Rp60 ribu, sekarang jadi Rp150 ribu. Tidak ada penjelasan detail sebelumnya, tiba-tiba sudah berubah saja,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, kenaikan tersebut terasa memberatkan. Terlebih, ia tidak merasa ada lonjakan pemakaian air yang signifikan di rumahnya. Ia berharap ada transparansi terkait perhitungan tarif dan mekanisme penyesuaian pasca peralihan pengelolaan.
“Kalau memang ada perubahan tarif atau sistem, seharusnya ada pemberitahuan resmi dulu. Jangan sampai warga tahunya saat mau bayar,” tambahnya.
Keluhan serupa disebut juga dirasakan beberapa warga lainnya di jalan Kamper Raya Perum 2 Cimone. Mereka mempertanyakan dasar kenaikan tagihan serta perbedaan skema tarif antara pengelola sebelumnya dan pengelola yang baru.
Sejumlah pelanggan berharap Perumda Tirta Benteng dapat segera memberikan klarifikasi terbuka, termasuk penjelasan mengenai struktur tarif, komponen biaya, serta kemungkinan adanya penyesuaian bertahap agar tidak memberatkan masyarakat.
Sebagai BUMD yang mengemban mandat pelayanan publik, Perumda Tirta Benteng dinilai perlu mengedepankan prinsip transparansi dan komunikasi aktif kepada pelanggan, terutama dalam setiap kebijakan yang berdampak langsung pada beban biaya masyarakat.
Warga pun berharap polemik ini segera mendapat respons resmi agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah kebutuhan dasar air bersih yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Direktur Dodi Efendi dari Perumda Tirta Benteng untuk meminta klarifikasi terkait lonjakan tagihan serta skema tarif yang diberlakukan. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
(zher).



