Pemkot Tangerang Terima Dokumen Kajian JUTPI-3, Percepat Pengembangan Kawasan TOD Jabodetabek


KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang turut berpartisipasi dalam Rapat Tim Koordinasi Perencanaan Penataan Perkotaan Berorientasi Transit (Transit Urban Planning Coordination/TUPC) Jabodetabek bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Tangerang resmi menerima dokumen hasil kajian Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI)-3.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa Pemkot Tangerang mendukung penuh percepatan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) sebagai bagian dari pembangunan perkotaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing di wilayah Jabodetabek, khususnya di Kota Tangerang.

“Pengembangan kawasan perkotaan berorientasi transit menjadi salah satu kunci dalam menciptakan kota yang terintegrasi, baik dari sisi tata ruang, transportasi, maupun aktivitas ekonomi masyarakat. Kami akan mendukung penuh langkah ini yang rencananya diimplementasikan secara bertahap,” ujar Yeti Rohaeti, Rabu (14/1/2025).

Ia menjelaskan, rencana percepatan pengembangan kawasan TOD dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata ruang kota yang terhubung langsung dengan sistem transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan. Dengan konsep tersebut, mobilitas masyarakat diharapkan semakin mudah, cepat, dan ramah lingkungan.

Sejumlah lokasi strategis di Kota Tangerang direncanakan menjadi titik pengembangan kawasan TOD, di antaranya Terminal Poris Plawad, Stasiun Tangerang, dan kawasan Alam Sutera. Kawasan-kawasan ini diproyeksikan menjadi simpul transportasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pengembangan kawasan TOD memiliki potensi besar sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kami akan mendukung dengan memastikan kesiapan infrastruktur penunjang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tangerang,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang akan terus melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di wilayah Jabodetabek untuk mewujudkan penataan kawasan perkotaan yang terintegrasi dan inklusif. Sinergi lintas wilayah ini diharapkan dapat merealisasikan pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui dukungan terhadap hasil kajian JUTPI-3, Pemkot Tangerang optimistis pengembangan kawasan TOD dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjawab tantangan transportasi, tata ruang, serta pembangunan perkotaan berkelanjutan di kawasan Jabodetabek.
(Zher)


Next Post

Kawal Pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Wamena, Wapres Pastikan Gizi Anak Papua Terpenuhi

Rab Jan 14 , 2026
Usai meninjau Pasar Potikelek, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 […]