KOTA TANGERANG — SMA Negeri 14 Tangerang menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program inovatif Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Sekolah yang digagas Puskesmas Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.
Sebanyak 34 pelajar SMAN 14 Tangerang yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) resmi dilibatkan sebagai Jumantik mandiri setelah mengikuti pelatihan khusus dari petugas kesehatan. Para siswa ini melakukan penyisiran rutin ke seluruh area sekolah untuk memastikan tidak ada genangan air bersih yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, Selasa (6/1/2026).
Penyisiran difokuskan pada titik-titik rawan seperti ruang kelas, kantin sekolah, lahan belakang, hingga area sekitar musala. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan beberapa siswa dan tenaga pengajar SMAN 14 Tangerang yang sebelumnya terpapar DBD dan diduga tertular di lingkungan sekolah.
Penanggung Jawab Program DBD Puskesmas Batusari, Adiyaksa, mengatakan keterlibatan langsung siswa SMAN 14 Tangerang merupakan strategi jangka panjang untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.
“Kami merekrut 34 siswa PMR SMAN 14 Tangerang sebagai Jumantik Sekolah. Sasaran utamanya adalah air bersih yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Program ini dirancang sejak akhir 2025 dan mulai berjalan efektif pada Januari 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, kewaspadaan terhadap DBD perlu ditingkatkan karena lonjakan kasus umumnya terjadi saat musim hujan, yakni pada periode November hingga Maret.
Sementara itu, Ketua PMR SMAN 14 Tangerang, Salsabila Azka, menyampaikan bahwa para siswa sangat antusias menjalankan peran sebagai Jumantik Sekolah. Hingga kini, tim PMR telah melakukan penyisiran sebanyak empat kali dengan sistem koordinasi berbasis pemetaan lokasi.
“Kami membuat denah dengan tujuh titik sasaran utama, mulai dari area kelas X, XI, XII, sampai sudut kantin dan musala. Dampaknya terasa karena sebelumnya cukup banyak warga sekolah yang terkena DBD. Sekarang kami jadi lebih disiplin dan peduli terhadap kebersihan,” ujarnya.
Melalui keterlibatan aktif pelajar SMAN 14 Tangerang sebagai agen perubahan, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, aman, dan terbebas dari ancaman DBD, sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih dan preventif di kalangan generasi muda.(zher).



