Sebagai bangsa majemuk, Indonesia memiliki kekayaan berupa keberagaman suku, budaya, dan agama. Namun jika tidak dirawat, keragaman tersebut berpotensi menimbulkan konflik. Untuk itu, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengingatkan agar keragaman dipelihara sebagai modal persatuan, bukan dijadikan sumber perpecahan.
“Ini harus kita rawat bersama, karena ini adalah kekayaan bangsa kita. Sekali lagi saya tidak pernah bosan-bosan mengingatkan, mari terus jaga persatuan dan kesatuan. Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah, jadikan perbedaan sebagai kekuatan yang saling mengisi dan menyempurnakan,” tegas Wapres dalam sambutannya pada acara Musyawarah Pelayanan Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Retreat Centre GBKP Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (28/08/2025).
Pesan Wapres ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang kerap menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Salah satunya saat Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/12/2024), Presiden menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang berbineka tetapi tetap satu jiwa, satu kehendak, dan satu tujuan, yakni hidup rukun sebagai keluarga besar untuk meraih cita-cita bersama.
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan pentingnya membuka ruang dialog sebagai langkah merawat kerukunan. Ia mengingatkan agar permasalahan sosial tidak dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan konflik yang lebih besar.
“Kalau ada gesekan, kalau ada percikan-percikan kecil, itu segera diselesaikan. Jangan menunggu besar, jangan nunggu masalahnya bertumpuk-tumpuk, selalu buka pintu dialog, itu yang paling penting,” pesan Wapres.
“Melibatkan FKUB, lintas agama, jadi semuanya harus duduk bareng, dibicarakan bareng-bareng,” tambahnya.
Selain itu, Wapres juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi arus informasi. Di era teknologi digital, kabar mengenai gesekan di suatu daerah sangat mudah menyebar, bahkan sering kali berasal dari sumber yang tidak kredibel.
“Jangan terpancing dengan berita-berita yang mungkin Bapak Ibu baca belum yakin kebenarannya. Jadi kita harus pintar menyaring mana berita yang benar, mana berita yang baik. Ini kita tidak bisa langsung menghakimi atau langsung share (membagikan) ke WA (WhatsApp) grup, harus kita saring dulu,” imbau Wapres.
Menutup sambutannya, Wapres kembali mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
“Jangan mudah terprovokasi, hadapi dengan kepala dan hati yang dingin,” pungkas Wapres.
Hadir mendampingi Wapres dalam acara tersebut, Ibu Selvi Gibran Rakabuming, Bupati Deli Serdang Asri Kudin Tambunan, Bupati Karo Antonius Ginting, serta jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten.