Waspadai Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Waspadai Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Protein

KORANTANGERANG.com – Kita semua tahu betapa pentingnya protein bagi kesehatan. Tidak hanya membantu tubuh cepat pulih dari luka, tetapi juga meningkatkan energi serta membuat perut merasa kenyang.

Tetapi, bagi mereka mengikuti diet nabati atau vegetarian, kadang-kadang usaha ekstra diperlukan untuk memastikan tubuh mendapat cukup nutrisi penting.

“Sangat penting memastikan tubuh mendapat cukup protein. Tidak hanya penting untuk otot, protein juga memiliki banyak peran fundamental, termasuk bagi sistem kekebalan tubuh, membuat hormon dan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh,” jelas ahli gizi, Cassandra Barns yang dikutipYahoo, Jumat (14/10/2016).

Tapi, bagaimana kita tahu telah mendapatkan cukup protein? Berikut adalah 5 tanda tubuh Anda kekurangan protein:

Rambut rontok

Anda mungkin pernah mengalami rambut rontok ketika mandi atau hanya merasa rambut semakin tipis. Barns mengatakan, kemungkinan besar hal tersebut karena Anda telah terlalu banyak mengonsumsi protein.

“Rambut terdiri dari protein, terutama yang disebut keratin. Tapi, keratin rambut juga struktur protein paling penting dalam tubuh. Jadi, ketika kurang asupan protein, maka dialokasikan untuk fungsi yang lebih penting, seperti menjaga sistem kekebalan tubuh tetap aktif,” jelas Barns.

Karena itu, rambut rontok kemungkinan menjadi salah satu tanda-tanda pertama tubuh kurang asupan protein. “Untuk itu, langkah bijaksana adalah berkonsultasi dengan dokter demi mengetahui penyebabnya,” imbaunya.

Luka lama sembuh

Ketika tubuh mencoba sembuh dari luka, maka akan membuat hormon dan mengalihkan sumber daya tambahan, seperti karbohidrat, lemak dan protein, untuk membuat jaringan baru. Jika proses ini memakan waktu lebih lama dari seharusnya, maka tubuh akan mengirimkan protein tambahan untuk menangani luka, sehingga tubuh kekurangan.

“Penyembuhan adalah fungsi penting lain dari protein. Jika proses sembuh luka lebih lama, apakah itu memar atau terkilir, maka kekurangan protein bisa menjadi penyebab,” tutur Barns.

Mood memburuk

Protein dipecah menjadi asam amino yang kemudian digunakan untuk membuat banyak zat-zat penting, termasuk neurotransmitter. Menurut Barns, bahan kimia alami tersebut sangat penting untuk otak dan sistem saraf, dan beberapa juga berpengaruh terhadap mood.

“Salah satu contoh adalah, mood baik ketika otak menghasilkan serotonin, yang terbuat dari asam amino triptofan. Jadi, jika Anda tidak mendapat cukup protein, produksi serotonin dapat berkurang, menyebabkan mood menurun,” kata Barns.

“Jadi, ketika tubuh tidak mendapatkan cukup protein, produksi serotonin akan berkurang, sehingga mood memburuk,” lanjut Barns.

Sistem kekebalan tubuh melemah

Salah satu fungsi penting dari protein adalah menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Barns mengatakan, protein digunakan untuk menjaga hambatan fisik dalam tubuh, seperti alergi kulit dan selaput lendir.

“Protein juga digunakan untuk membuat antibodi, yaitu bahan kimia kekebalan tubuh lain untuk melawan kuman dari luar. Jadi, ketika Anda mudah pilek atau rentan terhadap infeksi, mungkin asupan protein rendah,” beber Barns.

Pergelangan kaki bengkak

Salah satu tanda-tanda tubuh kekurangan protein adalah pembengkakan atau endema, seperti pergelangan kaki bengkak. Menurut Barns, hal ini terjadi karena protein dalam darah bertanggungjawab menjaga kecukupan cairan di pembuluh darah dan membantu cairan untuk ditarik kembali ke pembuluh darah dari jaringan.

“Jadi, ketika kadar protein menurun, cairan tidak ditarik kembali ke pembuluh darah secara efisien. Sebaliknya, itu tetap dalam jaringan, menyebabkan pembengkakan, terutama di bawah kaki dan pergelangan kaki,” ungkap Barns. @DF

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.