Waspada Efek Konsumsi Alkohol dan Amfetamin oleh Pemudik

korantangerang.com – Risiko kecelakaan saat berkendara saat mudik sering tidak dapat terelakkan. Berbagai faktor bisa menjadi penyebab, mulai dari faktor kondisi kendaraan sampai faktor individu pengemudi.

Salah satu hal yang dikhawatirkan dari pengemudi adalah penggunaan alkohol dan obat-obatan, seperti amfetamin. Dikutip dari buku Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Bagi Pengemudi Angkutan Umum, yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan 2015, pemeriksaan amfetamin dalam urin pengemudi tahun 2009-2015 menunjukkan angka pengemudi positif meningkat 6 kali lipat sampai angka 18, meski sempat turun dari 2014 yang mencapai 25. Peningkatan juga terlihat pada pengguna positif alkohol yang mencapai 33 dari total 4715 pengemudi yang diperiksa.

Konsumsi alkohol dan amfetamin dapat mempengaruhi kewaspadaan saat mengemudi. Efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung jumlah atau kadar alkohol yang dikonsumsi.

Bahaya alkohol

Dalam jumlah kecil, alkohol menimbulkan perasaan relaks dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan euforia, lalu depresi ketika kadarnya turun.

Bila dikonsumsi berlebihan efeknya seperti bebas mengekspresikan diri, gangguan fungsi motorik dengan tanda bicara tak jelas, pandangan kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik, tidak sadarkan diri, gangguan memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.

Bahaya amfetamin

Sementara itu, efek amfetamin dalam jumlah kecil dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut nadi, melebarkan bronkus, meningkatkan kewaspadaan, menimbulkan euforia, menghilangkan kantuk, mudah terpacu, menghilangkan rasa lelah dan lapar, meningkatkan aktivitas motorik, banyak bicara dan merasa kuat.

Sedangkan pada dosis sedang amfetamin (20-50 mg) akan menstimulasi pernapasan, menimbulkan tremor ringan, gelisah, meningkatkan aktivitas motorik, insomnia, agitasi, mencegah lelah, menekan nafsu makan, menghilangkan kantuk, dan mengurangi tidur. kondisi di atas memperlihatkan bahwa kadar kedua zat tersebut dapat mempengaruhi performa individu saat mengemudi. @DF