Wali Kota Lakukan Peninjauan ke beberapa lokasi yang berpotensi terjadi genangan

Wali Kota Lakukan Peninjauan ke beberapa lokasi yang berpotensi terjadi genangan

korantangerang.com Sehubungan dengan meningkatnya intensitas curah hujan di Kota Tangerang dalam bebeberapa hari terakhir, Wali Kota, Arief R. Wismansyah Selasa (09/02) langsung meninjau beberapa lokasi yang berpotensi terjadi genangan.

Dimulai dari wilayah Kecamatan Periuk, Wali Kota yang ditemani oleh Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Nana Trisyana meninjau Kali Ledug dan Situ Bulakan. Wali Kota meminta kepada Dinas BMSDA untuk melanjutkan program pengeringan Situ Bulakan dengan mengalirkan ke Kali Cirarab dan Long Storage yang sudah dibangun.

Sambil hujan-hujanan Wali Kota selanjutnya mengunjungi Perumahan Alamanda yang sedikit tergenang oleh arus balik dari Kali Ledug. “Itukan karena aliran air dari Kali Ledug malah berbalik ke Perumahan, Coba nanti dibuatkan tanggulnya Pak Kadis,” Perintahnya kepada Kadis BMSDA.

Selain itu, Wali Kota juga meminta kepada Dinas BMSDA untuk membangun bebapa pintu air untuk mengendalikan aliran sungai di Kali Ledug, Ciratab, Sabi dan Situ Bulakan sekaligus sebagai langkah antisipasi meningkatnya curah hujan di bulan Februari dan Maret.

Selanjutnya, Wali Kota juga mengunjungi Perumahan Pondok Arum dan Benoa Indah di Kecamatan Karawaci. Wali Kota menyempatkan diri untuk meninjau saluran pembuang yang menghubungkan Perumahan Pondok Arum Kelurahan Nambo dan Perumahan Benoa Indah Kelurahan Pabuaran Tumpeng Karawaci. Di lokasi tersebut Wali Kota mengintruksikan untuk dibangun sistem pembagi aliran yang langsung ke Sungai Cisadane. “Jadinya bisa mengurangi beban Kali Sabi,” Ujarnya.

Sementara itu, Nana Trisyana menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti apa yang telah diinstruksikan oleh Wali Kota. “Besok kita langsung bangun tanggul dan pintu air sementara itu mengantisipasi curah hujan di Februari dan Maret,” Terangnya.

Dan untuk meminimalisir potensi di Kota Tangerang, pihaknya juga telah menerapkan beberapa program penangan diantaranya Penurapan dan rehabilitasi Tanggul yang dibangun sejak tahun 2010 sd. 2014 sepanjang  15.550,63 M’ dan pada tahun 2015 ini mencapai sekitar  5,458 M’ yang tersebar di 13 Kecamatan, Pengerukan dan Pembersihan Sungai, Tahun 2015 yang telah dilakukan berupa pengerukan di 13 kecamatan meliputi 64 di Kali/Saluran pembuang di beberapa segmen saluran pembuang tersebut. Selain itu dilaksanakan pula pemeliharaan bantaran jaringan sungai.

“Kita juga menyiapkan dan menyiagakan 86 rumah pompa baik yang berupa pompa statis diperumahan maupun pompa berjalan. Ditambah pengadaan pompa baru pada anggaran perubahan sebanyak 4 Unit,” Paparnya.

“Selain itu penyediaan pintu air baru telah dibangun sebanyak 15 unit.” Imbuhnya.

“Ditambah konsep yang mulai diperkenalkan dan dikerjakan tahun ini salah satunya adalah, sedang dibangun long storage/ saluran retensi dari belakang SMA 15 s/d Siitu Bulakan,” Sambungnya lagi.

Nana juga menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan Pembangunan Sumur Resapan Dalam sebanyak 5 titik sebagai bentuk uji coba dan penelitian terhadap penanggulangan genangan. Selain tentunya melakukan integrasi system peringatan dini dan tindak tanggap darurat penanganan bencana banjir.

“Kita juga akan membangun system monitoring muka air sungai yang terintegrasi melalui Tangerang Live Room,” Pungkasnya. (Advetorial)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.