Walaupun Gaji Kecil dan Kotor Tukang Gerobak Sampah Cipondoh Bangga Dengan Pekerjaannya

Walaupun Gaji Kecil dan Kotor Tukang Gerobak Sampah Cipondoh Bangga Dengan Pekerjaannya

Pekerjaan memungut sampah dan menggiringnya ke penampungan sampah, bukan pekerjaan mudah, ringan pun diminati orang. Mungkin itu terbilang pekerjaan terakhir yang bisa dilakukan, bagi sebagian orang.

Namun tanpa seorang tukang gerobak sampah, apalah artinya tempat kita ini? kota ini? dunia ini? .. Tak ada keindahan, kebersihan, apalagi kesehatan.

Banyak diantara kita yang masih mengandalkan petugas kebersihan dalam menyelesaikan sampah sampah yang sengaja dibuang begitu saja, karena malas. Karena enggan mencari tempat sampah yang juga terbatas jumlahnya.Sampai hujan turun begitu tumpah ruah, sebuah kisah baru pun dimulai. BANJIR !!!

Seorang Tukang Gerobak Sampah tak pernah berhenti sampai dimana pun. Sekalipun kompensasi yang diterimanya tak seimbang dengan lelahnya fisik dan mental. Menyaksikan gemerlapnya dunia dan menahan perihnya beban kehidupan.

Berapa kira kira pendapatan yang ia terima perharinya? Tentunya tak selalu sama, dan bukan merupakan jaminan pula, akan memperoleh keberuntungan yang sama tiap saatnya.

Seperti yang tampak di Kampung Gunung RT 02/01 Kelurahan Cipondoh yang sekarang menjadi bersih dari tumpukan sampah berkat jasa para pengangkut sampah ini.

Edi dan Fajar tukang gerobak sampah yang ditemui koran Tangerang, Rabu(13/4/2017), menjelaskan setiap dua kali seminggu mengambil sampah di rumah – rumah warga dan mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang baru dibangun  Kelurahan Cipondoh di Perumahan Garuda.

“Sudah dua tahun kita geluti pekerjaan ini walaupun gaji kecil hanya Rp. 800.000 setiap bulan”jelas Edi.

Harapan mereka adalah Kelurahan Cipondoh menjadi bersih dan nyaman untuk warganya,walaupun pekerjaan mereka kotor tetapi ikhlas menjalaninya. (zher/Ahmad S).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.