Wacana SMAN 23 Kabupaten Tangerang bakal di relokasi

Wacana SMAN 23 Kabupaten Tangerang bakal di relokasi

Adanya wacana sekolah SMAN 23 Kabupaten Tangerang, akan direlokasi ketempat area baru yakni sebelah tanah Universitas Tarumenagara (Untar), jalan. Raya Legok, hanya hisapan jempol belaka saja, pasalnya sudah beberapa kali sekolah tersebut ditinjau oleh pejabat lama dan pejabat yang baru, tapi hingga kini belum terlihat realisasinya.

Humas Sekolah SMAN 23 Kabupaten Tangerang, Eka, mengatakan bahwa pihaknya menilai hingga saat ini bantuan yang diberikan oleh Pemkab. Tangerang melalui Dinas Pendidikan, sudah lebih dari 10 kali kepada sekolah ini, tetapi hingga kini belum bisa terwujud, yang akhirnya bantuan-bantuan tersebut beralih kesekolah lainnya yang juga membutuhkan,

“Seperti bantuan kemarin yang kami terima berupa Ruang kelas baru (RKB), dimana kami sudah pasang blokplan untuk RKB, tetapi ternyata tidak diperkenankan oleh warga, dengan alasan area tersebut akan digunakan untuk area berolah raga warga, sehingga akhirnya bantuan RKB tersebut dibatalkan untuk sekolahnya dan dilempar kesekolah lainnya,”tutur Eka, kepada koran tangerang diruang kerjanya, sabtu (11/02)

Eka juga mengatakan bahwa sebenarnya area tanah yang digunakan sekolah, sebenarnya masih tanah bengkok, dan dimana tanah bengkok itu adalah tanah aset Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam aset pemerintah, dinyatakan bahwa area sekolah yang luasnya 6000 m itu adalah tanah sekolah, tetapi hingga kini warga kelapa dua mengklaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya sejak adanya Ruislag antara pengembang Lippo, Karawaci dengan pihak warga kelapa dua.

“Yah kalau memang bisa yang direlokasi itu adalah lapangan sekolah saja, jangan bangunan sekolahnya, karena fisik bangunannya adalah milik Pemkab. Tangerang, dimana saya juga mendengar kesediaan warga bila direlokasi lahan lapangan sekolah kearea tanah mana saja,asalkan tidak jauh dari warga kelapa dua, dan itu menjadi tugas pemerintah daerah untuk mengakomodir hal tersebut.katanya lagi.

Masih menurutnya, bahwa dengan ditolaknya bantuan yang semula untuk pembangunan sekolah SMAN 23 kini beralih kesekolah lainnya,
“Atas penolakan dari pihak kami, sebenarnya banyak pihak sekolah lainnya yang mendapat keuntungan, yakni menerima bantuan Ruang Kelas Baru (RKB), seperti yang terlihat sekarang ini kami sebenarnya masih kekurangan sarana prasana kelas, tetapi karena tidak bisa membangun disini, maka pihaknya hanya pasrah saja, menerima kenyataan seperti ini,”tambah Eka lagi mengakhiri.(mulyadi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.