Universitas Ibnu Chaldun Kepergok Mendagangkan Ijazah Palsu

Universitas Ibnu Chaldun Kepergok Mendagangkan Ijazah Palsu

Korantangerang.com – Dunia Pendidikan kini semakin tercoreng dengan adanya penemuan Kemenristek Dikti yang menonaktifkan Universitas Ibnu Chaldun lantaran adanya sebuah pelaporan aktivitas jual beli ijazah. Terkait hal itu, pihak yayasan mengaku sudah mengambil sikap tegas.

“Memang ada oknum pengurus yayasan yang dahulu tahun 2009 diberhentikan karena melakukan berbagai pelanggaran akademik sehingga kampus ini sempat di nonaktifkan. Kemudian pengurus yayasan itu diberhentikan oleh Dewan Pembina Yayasan, akhirnya sekarang mereka membuat yaysan sendiri dengan mencatut Universitas Ibnu Chaldun, yang berada di Jalan pemuda,” ujar staf khusus Pembantu Rektor 3 Universitas Ibnu Chaldun, Darojo Ali saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/10/2015).

“Setelah dicek dengan data akademik di sini, ternyata nama mereka tidak ada, padahal data base kita terhubung langsung ke kopertis, kita tanya mereka di wisuda mereka tidak bisa jawab,” paparnya.

Darojo mengatakan salah satu pelanggaran akademik yang dilakukan oknum pengurus tersebut. Lantaran tertangkap basah melakukan pratik jual beli ijazah.

“Oknum itu ketahuan praktik jual beli ijazah, dan sudah dilaporkan tahun 2011 ke Polda Metro Jaya, dan salah satu oknum tersebut adalah Alfian Almura, ditetapkan jadi tersangka pada 18 Agustus 2014,” paparnya

Kasus tersebut terungkap ketika ada salah seorang mahasiswa yang telah diterima di Bank Indonesia. Mereka datang untuk melakukan klarifikasi.

“Tidak ada klarifikasi langsung dari kopertis atau dikti visitasi sebelum ada penonaktifan, tahu-tahu ditutup, sedangkan kita sudah lapor 2011 ada oknum yang jual beli ijazah, namun tidak ada respons dari pelapran kami, bahkan kami dirugikan karena ditutup,” ujarnya.
Darodjo menyayangkan tidak ada klarifikasi langsung dari kopertis atau Kemenerian Dikti sebelum ada penonaktifan. Mereka pun kaget ketika mendapat kabar penutupan. Terkait ijazah palsu pihak sudah buat laporan sebelum ramai pemberitaan gebrakan Menristek.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.