Tingkatkan Akses Siswa Berkebutuhan Khusus, SLB Diperbanyak

KORANTANGERANG.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, tidak boleh ada diskriminasi antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Menurut dia, para pelaku pendidikan harus memegang paradigma ‘pendidikan untuk semua’ atau education for all.

“Kita harus memastikan anak-anak berkebutuhan khusus ini dapat mengembangkan potensinya agar mereka menjadi mandiri dan dapat diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu Kemdikbud akan memberikan prioritas percepatan dan perluasan akses untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Muhadjir mengungkapkan, tahun ini pihaknya akan membangun 11 unit sekolah luar biasa (SLB). Selain itu juga mengembangkan sekolah inklusi.

“Melalui sekolah inklusi ini anak-anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah bersama-sama siswa regular lainnya. Dengan begitu, anak-anak berkebutuhan khusus tidak ketergantungan bersekolah di SLB,” tuturnya

Sekolah inklusi, lanjut Muhadjir, akan diberi insentif khusus guna melayani siswa berkebutuhan khusus. Sedangkan berdasarkan data, saat ini ada 31.724 sekolah inklusi yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan rincian, jenjang SD sebanyak 23.195 sekolah, SMP sebanyak 5.660 sekolah dan jenjang SMA 2869 sekolahn” terang Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dokdasmen) Kemdikbud, Hamid Muhammad

Hamid menambahkan, sebanyak 159.002 anak berkebutuhan khusus sudah terlayani di sekolah inklusi. “Kami berharap melalui pengembangan-pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui SLB dan sekolah inklusi dapat memberikan layanan terbaik bagi para siswa, dan layanan pendidikan menjadi semakin baik,” simpulnya. @DF