Suherman: Kunci Pembangunan Pariwisata Melalui Empat Pilar

KORANTANGERANG.COM – Pembangunan kepariwisataan mencakup empat pilar yakni destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan. Keempat pilar tersebut merupakan upaya perwujudan azas pembangunan dengan memerhatikan keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya dan alam, serta kebutuhan manusia untuk berwisata.

Pengembangan pariwisata harus dilihat dalam satu kesatuan upaya untuk memajukan pariwisata. Keempat pilar tak dapat berdiri sendiri-sendiri karena satu dan lainnya saling berpengaruh.

Dikatakan Suherman, Ketua BPC PHRI Kabupaten Serang, kunci dari pembangunan pariwisata daerah yaitu destinasi, kelembagaan, promosi dan industri. Sektor pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, harus ada sinergitas dari semua elemen.

“Dengan memberikan pelayanan baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Serang, dan bagaimana memperlakukan wisatan yang nyaman sesuai kebutuhan wisatawan,” terang GM Hotel Puri Retno ini disela kegiatannya menerima tamu hotel.

Pria yang tak segan langsung turun memberikan pelayanan kepada tamunya ini menjelaskan, peran serta masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah penting untuk peningkatan pariwisata itu sendiri.

Nah, kata Herman, melalui kelompok Sadar Wisata (Darwis) diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi menjadi tuan rumah, yang memberikan kenyamanan, keamanan bagi wisatawan yang datang.

Selain itu kata Herman, PHRI Kabupaten Serang sendiri telah menggelar beberapa even, seperti Anyer Surfing. “Kita mengajak anak-anak muda menjadi bagian kegiatan ini sebagai promosi, bahwa Anyer juga punya surfing,” terangnya.

Tak hanya disitu, untuk membangun pariwisata Kabupaten Serang, PHRI telah mengajukan kepada pemerintah untuk dibuatkan sebuah gedung sebagai pusat informasi. “Kita telah mengajukan kepada pemerintah daerah, di antara objek wisaya Anyer-Cinangka untuk membuat Pusat informasi, ini juga sebagai tempat menggelar even-even,” paparnya.

Namun, kata Herman, pemerintah daerah hingga kini belum merealisasikannya. “Kita menunggu kebijakan dari pemerintah. Pembangunan pariwisata tidak bisa lepas dari kebijakan dan wewenang pemerintah daerah,” tegasnya. @WIRI