Sering Dihina dan Dikucilkan, Ini Tekad Gadis Yogyakarta di Peparnas XV

Sering Dihina dan Dikucilkan, Ini Tekad Gadis Yogyakarta di Peparnas XV

KORANTANGERANG.com – Terlahir dengan kondisi fisik terbatas tidak membuat Annisa Rahmadani berusia 19 tahun berkecil hati. Gadis asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) justru memiliki semangat luar biasa.

Mengaku sering mendapat hinaan dan dikucilkan karena kondisi fisiknya yang harus memakai kursi roda untuk beraktivitas, Annisa justru ingin menjawab hinaan itu dengan caranya sendiri.

Melalui Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016, ia membidik medali emas di cabang olahraga (cabor) panahan. Ia akan turun di tiga nomor berbeda. Minimal, ia menargetkan bisa menggenggam satu medali emas.

“Insya Allah saya bisa dapat emas. Saya yakin bisa,” ucap Annisa, Minggu (16/10/2016).

Bagi Annisa, keikutsertaan dalam Peparnas adalah yang pertama. Tapi ia sama sekali tidak minder menghadapi persaingan yang ada. Ia memiliki kepercayaan diri tinggi mengingat sudah berlatih keras, terutama dalam sebulan terakhir.

Ia memandang keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi. Ia justru ingin membuktikan dibalik keterbatasannya ada kelebihan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Annisa bahkan yakin apapun bisa diwujudkan asalkan mau bekerja keras. Hal itu yang kemudian ia perlihatkan kepada publik sekaligus menjadi inspirasi bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik.

“Saya ingin menunjukkan bisa berprestasi,” kata Annisa. @DF

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.