Sejumlah SD di Pedalaman Merauke Vakum

korantangerang.com – Kepala Dinas Pendidikan Merauke, Yohanis Samkakai mengatakan, sejumlah sekolah dasar (SD) di pedalaman Kabupaten Merauke, Papua, vakum karena tidak ada guru yang mengajar.

Yohanis mengungkapkan, dalam waktu dekat akan dilakukan pengecekan lagi ke lapangan mengenai jumlah sekolah yang tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar akibat tidak adanya tenaga pengajar.

“Cukup banyak sekolah dasar yang tak berjalan, terutama terbanyak di kampung-kampung lokal,” sebutnya disitat dari Antara, Selasa (19/7/2016).

Dia mengatakan, jumlah guru di kawasan perkotaan lebih banyak dibandingkan di kampung karena tuntutan pemerintah yang mewajibkan semua guru harus lulus sarjana strata satu (S-1). Hal tersebut membuat para guru pergi untuk kuliah.

“Ini sudah diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat Merauke melakukan unjuk rasa damai di Kantor Dinas Pendidikan untuk meminta pemda membantu penyelesaian biaya pendidikan akhir bagi ratusan guru yang kuliah di Universitas Cenderawasih, Jayapura.

“Kami meminta pemerintah segera merealisasikan bantuan pendidikan akhir studi bagi mahasiswa atau mahasiswi S-1 PGSD,” ucap koodinator demo, Paskalis Imadawa.

Ia menjelaskan, akibat guru tinggal di kota untuk melanjutkan kuliah, proses belajar mengajar di beberapa sekolah dasar tidak berjalan dengan baik.

“Tim kerja Mburawa, pelajar dan masyarakat peduli pendidikan, secara tegas meminta kepada pemda sebab hingga kini beberapa sekolah di kampung-kampung belum berjalan normal karena tidak ada guru, sebab guru-guru masih kuliah,” tuturnya.

Paskalis menambahkan, ada SD di beberapa kampung yang tutup dan tidak melaksanakan proses penerimaan siswa baru. “Pemkab belum meningkatkan SDM asli Papua di kampung-kampung, terbukti banyak sekolah dasar yang ditutup. Ini pelanggaran HAM. Guru adalah kunci pembangunan SDM dan pemerintah harus peduli dengan masa depan guru,” tandasnya. @DF