Sadarlah, Jujurlah, Indonesia Semakin Tua dan Tak Lagi Kaya Raya…

1301079Pendidikan-Nasional780x390Di usianya yang memasuki 70 tahun, perkembangan Indonesia secara keseluruhan memang stagnan, kalau tak mau dibilang jalan di tempat. Sebagai salah satu tolak ukur perkembangan suatu Negara, Human Development Index (HDI) Indonesia  memang mengalami peningkatan dari urutan 121 pada 2012 menjadi urutan 108 di 2014. Angka itu membuat Indonesia masuk dalam kategori negara Medium Human Development.

Kita lupa sejarah, sepertinya. Padahal, jika sejenak mau menengok kembali sejarah masa lalu, kita dan Jepang misalnya, pernah sama-sama terpuruk akibat perang. Bahkan, Jepang lebih hancur lebur akibat ulahnya sendiri pada Perang Dunia Kedua setelah bertekuk lutut kepada Amerika dan Sekutu. Baik secara fisik maupun mental, Negara Matahari Terbit itu hancur berkeping-keping dihantam bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Lalu, apa yang terjadi? Jepang membutuhkan tak kurang dari 50 tahun untuk bangkit lagi dari keterpurukannya. Budaya tak mau menyerah telah menyatukan rakyatnya. Pemimpin mereka berdiri di depan, menggerakkan rakyatnya untuk maju bersama-sama bergandeng semangat untuk membangun kembali negaranya.

Kini, siapa tak kenal Jepang? Raksasa otomotif dan teknologi dunia, yang bahkan perlahan-lahan sejajar dengan “musuh” yang mengalahkannya dalam perang; Amerika Serikat.
Malaysia dan Singapura pun begitu. Meski lebih muda merdeka dari Indonesia, keduanya bisa “menyalip” di tikungan saat Indonesia “lengah” ketika Indonesia begitu bangga disebut-sebut sebagai “Macan Asia”.

Khusus di tingkat ASEAN saja, Indonesia masih bertengger di posisi keenam. Indonesia berada di bawah Singapora, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Adapun di bawah Indonesia sudah siap menguntut Vietnam dan Myanmar. (Dewi Sundari)