Sabilul Alif: Kelompok Teroris Radikal Telah Mereduksi Makna Jihad

Sabilul Alif: Kelompok Teroris Radikal Telah Mereduksi Makna Jihad

korantangerang.com – Fenomena gerakan radikal yang menjurus pada tindakan terorisme sama sekali tidak merepresentasikan Islam. Agama Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Sehingga radikalisme dan terorisme sangat berlawanan dengan ajaran Islam.

Demikian diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri Kiai Haji Afif Afifi saat menjadi pemateri pada Diskusi Publik Mencegah Paham Radikalisme yang diselenggarakan Polresta Tangerang di Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang, Kamis (3/8/17).

“Islam itu artinya damai, keselamatan, penuh kasih. Dakwah Islam lemah lembut. Jadi kalau cara-cara kekerasan dengan bom atau membunuh orang itu bukan Islam, bukan jihad,” kata Kiai Afif.

Kiai Afif menambahkan bahwa Indonesia dibangun pendahulu dengan dasar Pancasila. Ideoligi Pancasila, kata Kiai Afif, sudah bertahan dan terbukti mempersatukan bangsa Indonesia hingga 70 tahun lebih. Kiai Afif berujar, merongrong Indonesia berarti tidak memiliki adab kepada orangtua.

“Seluruh mainstream ajaran Islam sudah gamblang menjelaskan soal perdamaian. Memang disayangkan ada sekelompok orang yang menafsirkan ayat Alquran semaunya sendiri,” ujarnya.

Ketua Tim Divisi Humas Mabes Polri Kombes Sulistyo Pudjo Hartono yang juga menjadi narasumber pada acara itu mengatakan hal senada. Dia mengatakan, kelompok radikal hanya mengatasnamakan agama. Padahal, kata dia, yang dilakukan kelompok radikal justru tidak sejalan dengan ajaran Islam.

“Mereka ekslusif dengan mengklaim paling benar dan yang lain salah. Dengan argumentasi itu, mereka menghalalkan membunuh sesama,” ujarnya

Sementara itu, Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menegaskan, seluruh elemen masyarakat harus bersama meluruskan kembali makna jihad. Dikatakannya, kelompok teroris radikal telah mereduksi makna jihad. Lanjutnya, menyerang orang yang sedang solat tentu tidak bisa disebut merepresentasikan Islam.

“Itu bukan jihad, itu sesat. Jihad itu berjuang untuk anak istri, melawan kemiskinan, dan menjaga kamtibmas, itulah jihad yang harus kita lakukan,” ungkapnya.

Sabilul juga menambahkan bahwa narasi kontra terorisme dan radikalisme harus diperkuat. Agar propaganda dan agitasi kelompok radikal teroris bisa diberantas. Maka dari itu dirinya mengajak semua kalangan bahu-membahu mencegah paham radikalisme berkembang.

“Komunikasi harus diperkuat. Kita harus sama-sama katakan radikalisme musuh bersama ,sebab NKRI harga mati,” tegasnya mengakhiri (mulyadi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.