Pungli Merajalela di Samsat Cikokol Tangerang

Pungli Merajalela di Samsat Cikokol Tangerang

korantangerang.com – Praktek pungutan liar ternyata masih sering terjadi di Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Cikokol Kotaitr Tangerang.Hal itu terungkap (4/5/2016),ketika pemilik kendaraan bermotor mau memperpanjang STNK dan membayar keterlambatan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Luar biasanya lagi wajib pajak harus membayar biaya perpanjangan STNK kendaraan bermotor nya melebihi nilai uang yang tertera di slip notice pajak.

Padahal menurut peraturan segala tahapan pembayaran pajak Kendaraan Bermotor sekaligus perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tidak dipungut biaya. Kalau pun ada biaya, seharusnya pihak samsat memberikan bukti pembayaran misalnya untuk denda atau pajak.

Tapi apa yang dialami oleh Diana warga Rawa Rotan,Selapajang tentunya sangatlah memberatkan para wajib pajak yang ingin mengurus pajak dan memperpanjang STNK.

Rabu(4/5/2016)kemarin Diana memperpanjang STNK dan balik nama sepeda motor  Mio 2013 di samsat Cikokol, pada saat kir  diminta Rp 25.000 lalu Rp 10.000 untuk pembelian map dan diminta lagi Rp 60.000 diloket pemeriksaan berkas dilantai 2.Hal ini saja dia harus mengeluarkan biaya Rp 95.000.Dan untuk perpanjangan STNK dan pajak dia diharuskan membayar Rp906.000 ditambah Rp.200.000 untuk biaya  balik nama BPKB.Jadi untuk semuanya dia harus mengeluarkan lebih dari Rp.1.200.000 dan itu tanpa ada kwitansi ataupun perincian biaya.

Hal ini tentunya sangat memberatkan masyarakat hanya untuk memperpanjang STNK dan balik nama BPKB sepeda motor mio tahun 2013 harus mengeluarkan biaya sebesar itu.Padahal jelas di pajak STNK tertulis,pajak dan biaya administrasi lainnya tertulis Rp.509.000,lalu mengapa dia harus membayar Rp.906.000,kenapa ada selisih biaya sampai sebesar itu dan untuk apa? karena  disaat membayar tidak mendapat kwitansi ataupun  perinciannya dan tidak ada penjelasan dari petugas.

Dalam proses kir sampai proses pemeriksaan berkas itu sendiri sudah ada pungutan liar yang nggak jelas peruntukannya,ditambah lagi dalam proses pengambilan STNK.

Sungguh ironis disaat Jokowi mencanangkan program bebas pungli dan pelayanan yang cepat dan maksimal kepada masyarakat tapi kenyataannya di Samsat Cikokol masih banyak praktek pungli yang sebenarnya sangat menyengsarakan masyarakat.(Naser)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.