Presiden Tinjau Pembangunan Proyek Kereta Api Bandara

Presiden Tinjau Pembangunan Proyek Kereta Api Bandara

KORANTANGERANG.com – Presiden RI Joko Widodo, Jumat (04/11) mengunjungi proyek Kereta Api Bandara. Di sela kunjungannya meninjau perkembangan pembangunan proyek Kereta Bandara, Presiden juga mengunjungi lokasi yang akan dibebaskan untuk pembangunan kereta bandara.

Presiden yang ditemani oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno dan Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin juga Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro berkunjung ke PT. Fortune Glass yang berada di Kelurahan Batu Jaya Kecamatan Batu Ceper Kota Tangerang.

Kunjungan presiden tersebut dimaksudkan untuk memantau progres pembebasan lahan di Kota Tangerang  dengan bertemu langsung dengan Wali Kota Arief R. Wismansyah dan juga pejabat terkait.

Wali Kota yang didampingi oleh Asda 1 Saeful Rohman menjelaskan kepada Presiden bahwa untuk pembebasan lahan yang ada di wilayah Kota Tangerang telah mencapai 80% dan pihaknya siap untuk menyukseskan program pembangunan kereta bandara sekaligus proyek tol Bandara-Kunciran.

Wali Kota yang menyambut langsung kedatangan Presiden di gerbang pabrik PT. Fortune Glass juga menjelaskan berbagai hal terkait pembebasan lahan di pabrik tersebut.

“Luas lahan yang terkena pembebasan sekitar 4,5 hektar, karena lokasi ini kena pembebasan lahan untuk proyek Kereta Bandara dan Tol Kunciran-Bandara,” Jelas Wali Kota kepada Presiden.

“Dan ini ada sekitar 400 pegawai yang menjadi karyawan di pabrik ini, mereka sudah siap untuk pindah, rencananya pindahnya masih di Kota Tangerang juga pak,” Papar Wali Kota saat menjelaskan kondisi pabrik yang memproduksi kaca tersebut.

Wali Kota bersama rombongan presiden juga berkenan untuk melihat-lihat beberapa bagian pabrik. “Ini produknya mereka ekspor juga pak,” Ucap Wali Kota.

Sementara itu, Presiden RI menyampaikan bahwa proses pembenahan lahan kereta bandara tinggal menyisakan beberapa bidang saja. Menurut Jokowi, itu hanyalah masalah kecil, dan pembebasan lahan bisa rampung 100% pada Desember 2016.

“Tanah ini tadinya belum selesai (pembebasan lahan), tetapi sekarang sudah rampung. Tadi pemiliknya sudah salaman, berarti sudah rampung. Saya hanya ingin memastikan itu saja. Karena ini targetnya Desember sudah harus rampung,” ucap Presiden. @ADVERTORIAL/HMS

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.