Penonton Pertunjukan Dongeng Kang Budi Tembus 5.400 Anak

Penonton Pertunjukan Dongeng Kang Budi Tembus 5.400 Anak

korantangerang.com — Jumlah penonton program Dongeng Keliling yang dilaksanakan pendongeng Budi Euy sejak awal Agustus hingga akhir Oktober ini sudah menyentuh angka sekitar 5.400 orang lebih.

“Itu jumlah yang fantastik,” ungkap pemilik nama lengkap Budi Sabarudin yang juga biasa dipanggil Kang Budi saat ditemui ditemui wartawan di Sekretariat Dongeng Center Tangerang,Taman Royal 3 Jalan Akasia 3 AX1 Nomor 8, Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (28/10/2017) siang.

Diijelaskan Budi, jumlah penonton yang paling banyak pada saat mendongeng di MTsN 1 Tangerang Selatan (Tangsel) dengan jumlah penonton mencapai 1.300 orang.

Disusul kemudian penonton SMPN 16, SMPN 14, dan SMPN 1 Kota Tangerang dengan rata-rata penonton mencapai 1.000 orang siswa.

“Kalau jumlah penontonnya ribuan, biasanya pertunjukan dongeng digelar di halaman sekolah,” ucapnya.

Tambahan penonton lainnya diterangkan Budi yang juga penulis puisi dan cerpen ini, berasal dari wilayah Kabupaten Tangerang dan Depok, Jawa Barat (Jabar).

“Sampai saat ini saya sudah mendongeng di 18 titik di Tangerang Raya dan Depok. Dalam waktu dekat ini sudah ada jadwal mendongeng di Bogor,” kata Budi, yang juga Redaktur Tangsel Pos grup Jawa Pos ini belum lama ini.

Budi menerangkan Dongeng Keliling ini bagian dari Gerakan Literasi Nusantara yang terlebih dulu diawali dari Tangerang Raya bersama Dongeng Center Tangerang. Gerakan literasi ini bersifat mandiri tanpa ada sponsor dari pihak mana pun.

“Dengan gerakan ini saya ingin mengajak, memotivasi dan menginspirasi kita semua agar cinta buku, membudayakan baca buku dan menulis serta merawat dongeng sebagai kekayaan budaya negeri ini,” terangnya.

Mengapa hal itu perlu dilakukan? Alasannya menurut dia, budaya baca di negeri ini masih sangat rendah, sedangkan budaya dongeng sudah ditinggalkan dan nyaris tidak ditradisikan lagi di era digital ini.

Dikatakannya dongeng-dongeng yang dibawakan dirinya sudah melalui proses pengembangan dari teks dongeng sastra karena harus disesuaikan dengan kebutuhan pentas atau pertunjukan.

“Melalui dongeng ini saya ingin menghibur, ingin melihat penonton tersenyum dan gembira. Namum pertunjukan dongeng saya harus mendidik dan mencerahkan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Budi juga berharap, pertunjukan dongengnya bisa mengubah cara pandang penononton anak-anak. Misalnya anak-anak yang malas menjadi lebih rajin dan anak-anak dari keluarga miskin menjadi memiliki kesadaran untuk bangkit dan mengubah hidupnya menjadi lebih semangat, maju dan sejahtera. (Mulyadi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan