Penampilan Band Sabit, Tutup Gelaran Festival Cisadane

Penampilan Band Sabit, Tutup Gelaran Festival Cisadane

korantangerang.com – Penutupan Festival Cisadane 2016 yang di laksanakan di Pasar Lama Kota Tangerang berlangsung cukup meriah. Berbagai pertunjukan seni budaya khas masyarakat Kota Tangerang ditampilkan untuk memeriahkan penutupan festival yang telah menjadi acara tahunan di Kota Akhlakul Karimah. Diawali dengan performance dari barongsai Bon Tek Bio, yang merepresentasikan masyarakat Thionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Kota Tangerang.

“Kota Tangerang memiliki beragam potensi budaya yang sangat beragam, dan hal tersebut memerlukan keterlibatan semua pihak untuk bisa mengoptimalkannya. Dan sebagai salah satu sarana untuk menggali potensi budaya tersebut adalah Festival Cisadane,” Ujar Wali Wali Kota Sachrudin saat upacara penutupan Festival Cisadane 2016 di Pasar Lama, Sabtu (06/08).

“Dan kita semua punya kewajiban untuk bisa menggali potensi wisata budaya di Kota Tangerang, sebagaimana Festival Cisadane yang telah menjadi sarana promosi keragaman budaya yang ada di Kota Akhlakul Karimah,” Sambungnya.

Wakil juga menambahkan bahwa Festival Cisadane tersebut selain sebagai sarana promosi bagi keragaman budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kota Tangerang juga sebagai ajang pembibitan bagi para Atlet Dayung di Kota Tangerang.

“Festival Cisadane yang identik dengan lomba perahu naga juga bisa dibilang sebagai sarana promosi bagi atlet-atlet dayung muda yang ada di Kota Tangerang, sekaligus memberikan pengalaman bertanding di level nasional,” Jelasnya seraya menerangkan bahwa dalam gelaran kali ini, Festival Cisadane juga diramaikan dengan lomba perahu naga yang pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Bahkan ada peserta yang telah menjuarai event internasional di Singapura,” Ucap Wakil.

Wakil juga menyampaikan bahwa Festival Cisadane juga sebagai sarana informasi produk-produk UKM IKM khas Kota Tangerang.

“Makanya event ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan kota kita,” Pesan Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporparekraf) Kota Tangerang, R. Rina Hernaningsih melaporkan bahwa dalam delapan hari perhelatan acara tersebut telah berhasil digelar berbagai lomba diantaranya lomba perahu naga, lomba perahu dayung, lomba perahu kayak, lomba tari tradisional dan lomba-lomba lainnya.

Dalam laporannya, Rina menyampaikan beberapa daftar pemenang lomba yang telah diselenggarakan oleh panitia, antara lain :

Juara  festival band :

1. Remaja senyum (unj)
2. Pegassus (curug)
3. Five plus (kota tangerang)

Juara lomba tari kreasi tradisional

1. Sanggar escoda
2. SMPN 1 TNG
3. SDN Cipondoh 1

Juara perahu hias

1. Fkts
2. dinas pbb & bphtb
3. Formi
( mendapat piala bergilir)

Lomba Dayung Nasional

Juara 1 : Papua Barat
Juara 2 : Kalimantan Timur
Juara 3 : Purwakarta

Dalam upacara penutupan tersebut juga ditampilkan Kesenian Reog yang juga telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Kota Tangerang khususnya masyarakat keturunan Jawa yang lama menetap di Kota Tangerang. Sebelum kemudian ditutup dengan penampilan Band Sabit yang berkolaborasi dengan Wakil Wali Kota untuk menyanyikan lagu Tangerang Mengaji.

Camat Batuceper Mulyanto, selaku pembina Band Sabit menyampaikan kebanggaannya bisa berkolaborasi menyanyikan lagu bersama dengan Wakil Wali Kota dan juga Anggota DPRD serta para penonton yang sebelumnya telah dibagikan lirik lagu Tangerang Mengaji.

“Ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Tangerang Mengaji yang telah dicanangkan oleh Pemkot Tangerang,” Jelas Mulyanto. @ADVERTORIAL/HMS

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.