Peletakan Batu Pertama Pembangunan Madrasah PT.KAI dan Wakil Walikota Tangerang

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Madrasah PT.KAI dan Wakil Walikota Tangerang

korantangerang.com-Berkat kerjasama dan koordinasi yang terbangun baik, antara Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, warga dengan pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan Badan Pertanahan Nasional Kota Tangerang, Madrasah Ibtidaiyah Jama’atul Islamiyah dan Mushola Ar-Rahman, akan dibangun kembali di lokasi barunya, di Jalan Al-Muhajirin 1 A, Komplek Al-Hijrah, RW. 11, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Kota Tangerang.

Hal itu dipastikan dengan dilakukannya peletakan batu pertama relokasi madrasah dan mushola di lokasi tersebut, yang turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin serta jajaran PT. KAI dan BPN Kota Tangerang, Kamis (12/01).

Dalam sambutannya, Sachrudin menyampaikan, setiap permasalahan itu pasti ada solusinya jika mau duduk bareng untuk bermusyawarah. Seperti halnya soal pembebasan lahan untuk pembangunan jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang tengah digarap PT. KAI. Di mana berdasarkan laporan BPN, jalur kereta api tersebut mengenai lahan-lahan milik warga, sarana ibadah, pendidikan, makam, yang memerlukan adanya relokasi, penggantian uang, lahan serta bangunan seperti sediakala.

Sachrudin, sangat bersyukur di Kota Tangerang proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan damai. Di mana pihak pembebasan mau memenuhi, bahkan mereka bersedia memberikan segala fasilitas yang memang dibutuhkan pihak sekolah.
“Upaya ini terwujud berkat kerjasama semua pihak, untuk kepentingan bersama-sama. Terima kasih KAI, BPN dan seluruh warga Kota Tangerang,” ucapnya.

Dirinya berharap, bangunan baru nanti semoga akan semakin memberikan kenyamanan dalam belajar karena kalau melihat desainnya tak kalah bagusnya dengan sebelumnya dan turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya. “Alhamdulillah, PT. KAI tunaikan kewajibannya dengan membangun kembali madrasah dan mushola yang terkena dampak pembangunan jalur kereta api Bandara Soetta. Kita harapkan, lokasi lainnya yang terkena imbas proyek jalur kereta api dapat dipenuhi dengan baik seperti halnya disini,” tuturnya.

Seperti yang ditegaskan oleh Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Logistik PT. KAI, Budi Noviantoro, yang berjanji akan membangun madrasah dengan kondisi yang sebaik mungkin. Dirinya meminta kepada warga setempat untuk bersama-sama mengawasi pembangunannya nanti. “Kalau ada yang kurang, laporkan saja langsung ke saya,” pintanya kepada segenap pihak sekolah serta wali murid.

Kenapa? Menurutnya, sekolah inikan buat adik-adik kita yang tengah menuntut ilmu yang akan meneruskan pembangunan kota dan bangsa Indonesia di masa depan. Dibangunnya kembali dengan kondisi lebih bagus tentunya sudah menjadi kewajiban dan sebagai bentuk apresiasi kami kepada pihak sekolah dan warga karena telah bersedia direlokasi untuk pembangunan jalur kereta api Bandara Soetta. “Yang pasti, agar bisa belajar semakin nyaman dan menyenangkan bagi adik-adik,” tegasnya.

Kemudian, Kepala BPN Kota Tangerang, Badrus Salim selaku Ketua Tim Pembebasan Lahan mengaku bersyukur lantaran masyarakat mau mengerti dan menerima pembebasan lahan madrasah tersebut.

Badrus Salim mengatakan, BPN kerapkali kesulitan setiap melakukan pembebasan lahan karena ada penolakan dari warga. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pemahaman, akhirnya masyarakat pun mau menerimanya.

“Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat disini karena mau mengerti dan menerimanya. Upaya Pemkot Tangerang yang turut memediasi pun patut diapresiasi karena tanpa mediasi yang dilakukan secara intens mustahil hal ini dapat terwujud,” jelasnya. (Zher)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.