Pandeglang Butuh Pupuk Bersubsidi 5000 Ton Per Musim

Pandeglang Butuh Pupuk Bersubsidi 5000 Ton Per Musim
Posted by:

8Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pandeglang membutuhkan pupuk organik bersubsidi sebanyak 5.000 ton per musim tanam padi. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Distanak Kabupaten Pandeglang, Wowon Dirman saat kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Banten dalam rangka pengawasan terkait sinergitas program dan kegiatan Distanak Provinsi Banten dengan Distanak Pandeglang di Pandeglang, Kamis (7/5/2015).

Dikatakan Wowon, rata-rata para petani di Kabupaten Pandeglang menaman padi dua kali dalam setahun, sehingga total kebutuhan pupuk organik bersubsidi jika dihitung dengan jumlah kebutuhan per musim tanam padi 5.000 ton sebanyak 10.000 ton. Sedangkan jumlah luas lahan pertanian tanaman padi sebanyak 4.709 hektare lebih.

“Setiap musim tanaman padi, para petani di Kabupaten Pandeglang hanya mendapatkan jatah pupuk organik bersubsidi sebanyak 2.600 ton. Kondisi ini tentu saja membuat para petani di Kabupaten Pandeglang setiap musim tanam selalu kekurangan pupuk organik bersubsidi,” kata Wowon.

Selain itu, lanjut Wowon, saluran irigasi di Kabupaten Pandeglang banyak yang tidak berfungi. “Jadi melalui kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Banten ini, kami minta bantuan perbaikan saluran irigasi yang tidak berfungsi seperti yang terjadi pada lahan pertanian di Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Cimanuk, dan Kecamatan yang lain. Kami juga minta Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan traktor kepada kelompok tani di Kabupaten Pandeglang agar para petani tidak menemui kendala ketika mumulai musim tanam,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Imanudin Sudirman Karis mengaku akan menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Komisi II dengan Distanak Provinsi Banten, sehingga kendala yang dihadapi Distanak Kabupaten Pandeglang, terutama para petani dapat dicarikan jalan keluarnya.

“Kabupaten Pandeglang inikan merupakan daerah pertanian, maka tingkat kebutuhan para petaninya harus dipenuhi, baik kebutuhan pupuk organik bersubsidi, perbaikan irigasi, traktor, maupun kebutuhan yang lain. Kalau tidak, tentu akan berdampak terhadap kualitas hasil panen tanaman padi,” tutupnya.(Adv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.