Minta Rp8 Triliun, Ini yang Akan Dilakukan Menpar Arief Yahya

korantangerang.com – Komisi X DPR RI hingga saat ini belum menyetujui proposal anggaran Rp8 triliun yang telah diajukan oleh Kementerian Pariwisata.

Anggaran tersebut sebetulnya akan digunakan untuk beberapa program yang telah dicanangkan Kemenpar.

Diantaranya, pengembangan pariwisata mancanegara, pengembangan pariwisata nusantara, pengembangan destinasi dan industri pariwisata, pengembangan kelembagaan kepariwisataan, serta pendukungan manajemen dan sarana prasarana.

Hingga rapat kerja yang diselenggarakan Kamis 21 Juli 2016 lalu, Komisi X DPR RI belum menyetujui usulan dari Kementerian Pariwisata tersebut.

Hal itu sangat disayangkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang mengatakan bahwa anggaran dana sebesar 8 triliun tersebut, sebetulnya sudah sangat pas untuk mengembangkan Industri Pariwisata Indonesia.

“Dengan anggaran yang terbatas kita tidak mampu bersaing di level regional. Brand Wonderful Indonesia yang telah kita bangun tidak akan seperti brand-brand dunia yang lain,” tutur Menpar Arief Yahya, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Kamis 21 Juli 2016.

Arief Yahya menambahkan pihaknya sengaja mengajukan dana sebesar Rp8 triliun, karena sebagian dari dana tersebut digunakan promosi ke mancanegara.

“Target kita di tahun 2017 itu 17 juta wisman. Saya optimis target tersebut dapat tercapai jika didukung dengan kegiatan promosi yang mendunia, seperti yang telah kita lakukan tahun ini,” jelasnya. @DF