Limbah Airside Dibuang ke Karawang, Bandara Soetta Darurat Sampah

Limbah Airside Dibuang ke Karawang, Bandara Soetta Darurat Sampah

KORANTANGERANG.com – Selain disibukkan dengan meningkatnya jumlah penerbangan, PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soetta juga disibukkan tingginya peningkatan sampah. Bahkan persoalan sampah tersebut sudah masuk dalam kategori darurat

“Sebenarnya masalah sampah Bandara Soetta ini sudah emergency. Untuk menanggulangi tumpukan sampah, Senior General Manager (SGM) Bandara Soetta memerintahkan sampah itu kita angkut ke wilayah Karawang,” kata Branch Communication Manager PT. Angkasa Pura II Dewandono Prasetyo.

Menurutnya, untuk pemindahan sampah airside tersebut sudah mendapatkan surat dari Otoritas Bandara. Lantaran sampah yang ada saat ini sifatnya sudah emergency. Bahkan jumlah sampah yang dapat dilakukan pembakaran PT AP II di tiga incinerator hanya berjumlah 40-60 kibik sampah.

“Kami mempunyai 3 incinerator. Dua diantaranya hanya mampu membakar sampah masing-masing 2 kibik. Sedangkan 1 lainnya hanya mampu membakar 5 kibik sampah dalam sehari. Jadi total sampah yang mampu dibakar di 3 incinerator berjumlah 9 kibik sampah, untuk itu makanya kami pindahkan kesana (Karawang),” katanya.

Dikatakannya, adapun jumlah sampah yang terdapat di area landside Bandara Soetta mencapai 160 kibik perhari. Namun untuk pembuangan sampah tersebut dirinya mengaku tidak mengetahui secara rinci.

“Untuk sampah lanside itu tidak dibakar di incinerator tetapi sampah tersebut dibuang di luar area bandara, hanya saja untuk tempatnya saya tidak mengetahui secara pasti. Karena selama ini tim infrastruktur yang menindak. kamu bisa hubungi bapak Slamet Samiadi biar lebih lengkapnya,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun hariantangerang.com sesuai dengan UU No 16 tahun 1992 pasal 25 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan UU No 14 tahun 2002 Pasal 86-87 tentang Karantina Tumbuhan, seluruh sampah yang berada di area airside harus dibakar di incinerator.

Sayangnya saat ingin dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, hariantangerang.com belum bisa menghubungi Slamet Asmiadi. Bahkan pesan singkat yang dikirim melalui telepon selular hingga saat ini belum juga mendapatkan jawaban.

Terpisah, Kepala Bidang Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang, Buceu Gartina, mengaku hingga saat ini pihaknya masih mengkaji permohonan yang telah dilayangkan PT AP II Bandara Soetta kepada pihaknya.

“Kami masih mengkajinya bang, untuk mengetahui berapa jumlah sampah yang ada di lanside. sehingga nanti kami bisa mengetahui berapa jumlah armada yang akan disiapkan. UPTD nya juga belum melakukan pengecekan kesana,” tukasnya. @DF

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.