Kongres DPP KSPSI: Buruh Harus Menjadi Soko Guru Rakyat

Korantangerang.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melaksanakan Kongres IX KSPSI dengan tema “Membangun Pekerja Indonesia Mandiri dan Profesional”.  Kongres sedianya akan berlangsung sejak tanggal 20 hingga 21 Desember 2017 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

 

Saat memberikan sambutan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang hadir pada kongres itu mengatakan, buruh harus menjadi soko guru rakyat. Dikatakan Tjahjo, tidak ada salahnya bagi buruh untuk memahami filosofi Tri Sakti yang dirumuskan Presiden Pertama Indonesia Sukarno.

 

“Buruh harus berdaulat dalam bidang politik yang penerapannya di organisasi adalah sebagai kemandirian,” kata Tjahjo.

 

Tjahjo melanjutkan, buruh juga harus bisa berdikari dalam bidang ekonomi yang diimplementasikan dengan berkerja sungguh-sungguh.

 

“Buruh pun harus berkepribadian dalam kebudayaan dalam arti senantiasa mempertahankan budaya Nusantara ini,” ujarnya.

 

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri meminta seluruh anggota KSPSI terus berjuang meningkatkan kesejahteraan dengan tanpa mengorbankan tempat bekerja. Dikatakan Hanif, sudah saatnya serikat buruh atau serikat pekerja tidak mengedepankan egosentris tanpa mempertimbangkan kelangsungan investasi.

 

“Kementerian Tenaga Kerja selalu berusaha untuk memfasilitasi dengan program-program pelatihan tenaga kerja agar bisa menekan angka pengangguran,” terangnya.

 

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan, kongres yang diselenggarakan merupakan ajang konsolidasi organisasi. Dia berujar, kongres bukan hanya untuk memilih kembali pimpinan KSPSI di tingkat pusat. Akan tetapi, dalam rangka membuat program-program kerja yang diharapkan dapat membawa manfaat.

 

“Pada kongres ini kita tidak sekadar memilih pimpinan struktrural. Tapi ini ajang konsolidasi dan silaturahmi serta ajang tukar pikir agar gerakan perjuangan kita bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

 

Sekretaris Jendral Serikat Buruh Malaysia (Malaysia Trade Union Vonfederation) J Solomon yang juga hadir pada kongres itu mengatakan, serikat buruh dapat membangun solidaritas dan memberikan masukan terhadap bahaya kapitalisme. Menurutnya, dalam prakteknya saat ini, kapitalisme cenderung menggantikan tenaga kerja manusia dengan robot.

 

Pada kongres itu, DPD KSPSI Provinsi Banten diwakili Ahmad Supriadi dan Adang Suganda. Saat dimintai tanggapan, Ahmad Supriadi yang juga anggota DPRD Kabupaten Tangerang mengatakan, kongres sebagai arena untuk memperkuat gerakan buruh. Dikatakannya, gerakan buruh akan terus berjuang untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh.

 

“Perjuangan buruh memang masih panjang. Namun kita optimis dengan konsolidasi dan kesamaan visi, gerakan buruh bisa mewujudkan cita-citanya yaitu mensejahterakan buruh,” kata Supriadi.(Mulyadi)