Kecamatan Panongan Hadapi Ancaman Ledakan Penduduk

Korantangerang.com – Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Kecamatan Panongan jauh diatas Kabupaten Tangerang dan Banten. Saat ini, LPP Panongan 6,5%, sementara Kabupaten Tangerang 3,4% dan Banten 2,7%.

Data tersebut disampaikan Prima Saras Puspa, Camat Panongan dihadapan Anggota DPR RI Dapil Banten III, Irgan Chairul Mahfiz, Inspektur Wilayah III Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN), Endang Agus Supri, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB BKKBN Banten, Budoyo dan ratusan peserta sosialisasi Integrasi Kampung KB yang dihelat BKKBN di Kampung Ranca Kalapa, Desa Ranca Kalapa, Panongan, Selasa (19/12/2017).

Faktor pemicu tingginya laju pertumbuhan penduduk tersebut dijelaskan Prima bukan karena faktor kelahiran, melainkan karena migrasi penduduk yang bermukim di wilayah ini.

“Disini banyak kawasan pemukiman, sehingga banyak penduduk baru yang bermukim disini,” ujarnya.

Saat ini, jumlah penduduk Kecamatan Panongan, lanjut Prima mencapai 200 ribu jiwa. Selain membutuhkan pelayanan sarana pendidikan dan sosial, jumlah penduduk sebanyak itu juga membutuhkan layanan sarana kesehatan.

“Saya berharap disini segera ada Puskesmas minimal tipe D, yang memiliki ruang rawat inap, laboratorium dan dokter jaga,” harapnya kepada Irgan untuk membantu merealisasikan hal itu.

Ia juga membeberkan beberapa capaian prestasi kecamatan itu, salah satunya penghargaan yang diterima dari Pemerintah Pusat yaitu penghargaan parahita eka karya, pengharagaan untuk keberhasilan dalam pembangunan dan pemberdayaan perempuan.

Sementara Irgan Chairul Mahfiz berharap kiprah Kampung KB terus ditingkatkan untuk membangun kesadaran warga pentingnya mengikuti program KB. Karena saat ini Indonesia berada di rangking empat jumlah penduduk di dunia.

“Saat ini, jumlah penduduk di Indonesia sudah mencapai 240 juta jiwa, setiap tahunnya bertambah 4 juta jiwa, jika tidak dikendalikan, akan muncul berbagai masalah,” ujarnya.

Masalah krusial akibat ledakan penduduk, lanjut Irgan adalah semakin meningkatnya kebutuhan lahan untuk pemukiman, semakin besarnya kebutuhan pangan, lapangan pekerjaan, sarana pendidikan, kesehatan dan sosial.

“Jumlah penduduk juga harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia, saat ini justru kualitas SDM kita masih rendah,” tambahnya.

Hal ini yang menjadi urgensi ikut KB, karena salah satu yang ingin dicapai program KB adalah keluarga kecil yang sejahtera. “Kalau keluarga kecil orang tua lebih mudah mengurus anak-anaknya, terpenuhi kebutuhan hidup sehingga diharapkan kualitas SDM pun meningkat,” bebernya.

Program kampung KB pun diharapkannya semakin digencarkan, sehingga semakin banyak penduduk di Kabupaten Tangerang yang menjadi peserta KB aktif.

“Kita berharap laju pertumbuhan penduduk semakin terkendali, sehingga kita tidak mengalami dampak negatif dari ledakan penduduk,” tukasnya (Mulyadi)