KB Bukan Sekedar Alat Kontrasepsi

Korantangerang.com – Rusman Effendi, Sekretaris Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten mengajak masyarakat untuk memahami program keluarga berencana (KB) bukan hanya sekedar mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak dan alat kontrasepsi, melainkan lebih luas sebagaimana tercakup dalam program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).

 

“Penggunaan alat kontrasepsi hanya sebagian dari program KKBPK,” ujarnya kepada awak media usai menjadi narasumber sosialisasi Integrasi Kampung KB yang dihelat BKKBN di Kelurahan Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Jumat (29/12).

 

KKBPK menurutnya untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Pada aspek kependudukan dilakukan pengendalian penduduk dilakukan melalui perencanaan, pemetaan, analisis dampak pertumbuhan penduduk.

 

“Saat ini, laju pertumbuhan penduduk di Banten masih tinggi, sehingga harus kita kendalikan melalui program KB,” tambahnya.

 

Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk tersebut, ia mengatakan dapat dikendalikan melalui perencanaan dan pengendalian kelahiran dengan menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

 

Sementara pada aspek pembangunan keluarga, lanjut Rusman, ketahanan dan kesejahteraan keluarga menjadi fokus yang ingin dicapai yang didorong melalui pemenuhan delapan fungsi keluarga.

 

“Pembangunan keluarga berupaya untuk meningkatkan ketahanan keluarga sehingga delapan fungsi keluarga terlaksana,” imbuhnya.

 

Kampung KB yang hadir di satu desa atau kelurahan pada setiap kecamatan pun bertujuan untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk, program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo itu merupakan realisasi salah satu Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

 

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat ber-KB,  terlebih kelompok keluarga pra sejahtera, sehingga selain meningkatkan daya tahan keluarga, juga turun berkontribusi menekan angka kemiskinan.

 

“Melalui KKBPK, kita harapkan kualitas dan ketahanan keluarga semakin meningkat, sehingga kualitas sumber daya manusia kita turun meningkat,” tukasnya.(Mulyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *