Kasus Setnov Jangan Berimbas ke Daerah

Kasus Setnov Jangan Berimbas ke Daerah

Kasus dugaan korupsi e-KTP makin menyedot perhatian setelah Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar, Yorrys Raweyai menyebut Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto tak lama lagi akan menjadi tersangka.

Reaksi pun bermunculan setelah Yorrys ngoceh.” Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono misalnya, meminta semua pihak tidak mendahului keputusan penegak hukum. Demikian juga anggota Komisi II DPRRI asal Dapil Pandeglang-Lebak, Tubagus Ace Hasan Syadzily ikut berkomentar.

Menurut Asce, status Setya Novanto baru ditetapkan menjadi saksi dan dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Jadi, kata Ace, jabatan Setya Novanto di DPP masih ketua umum. Proses hukum harus kita hargai. Kekisruhan di tingkat pusat hendaknya tidak berimbas ke daerah. Saya yakin kader di daerah tidak terpengaruh kondisi organisasi di tingkat pusat,” ungkap Ace, Rabu (25/3/2017).

Kalau pun pada perjalanannya nanti ketua umum harus menjalani proses hukum lebih lanjut, lanjuut dia, maka untuk menjaga roda organisasi tetap jalan, para pengurus DPP akan melakukan tindakan yang sesuai dengan prosedur dan aturan. Artinya, tidak lantas mengambil tindakan gegabah yang pada akhirnya merugikan partai dan kader. Ya, misalnya pengurus DPP menggelar Rapimnas,” papar Ace.

Ace juga meminta kader di daerah tetap menjaga kondusifitas partai dan tidak larut dalam persoalan di pusat. Dia juga berharap, kasus yang sedang dialami keluarga besar partai di tingkat pusat tidak berkepanjangan.

Yang (masalah, red) di pusat, ya domain pusat. Di daerah harus tetap tenang. Konsolidasi partai harus tetap berjalan. Terlebih di daerah banyak agenda politik, seperti Pilkada. Di Banten saja ada beberapa daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada. Kita harus fokus pada agenda itu. Jangan lantas larut dengan permasalah di pusat,” punfkas Ace. @Mor

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.