Irgan Motivasi Warga Kelapa Dua Ikut KB

Korantangerang.com – Pemkab Tangerang masih belum bisa mengatasi terus bertambahnya jumlah pengangguran di kota 1001 industri ini, hal ini dipicu karena terus bertambahnya angkatan kerja setiap tahunnya, sementara kemampuan sektor lapangan kerja formal memiliki keterbatasan untuk menyerap.

Kondisi ini akan menjadi masalah serius saat sekitar 900.000 jiwa dari 3,4 juta penduduk Kabupaten Tangerang yang masuk dalam kelompok remaja tidak memiliki pekerjaan, karena akan muncul berbagai masalah sosial.

Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Irgan Chairul Mahfiz menyoroti hal itu saat menjadi narasumber sosialisasi Integrasi Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kampung Cicayur, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Senin (18/12/2017).

Dihadapan ratusan peserta, politisi Partai Persatuan Pembanguan (PPP) itu mengatakan salah satu penyebab pengangguran adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah sehingga kurang mampu berkompetisi meraih kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya terbatas.

“Kualitas sumber daya manusia kita masih tertinggal dibandingkan jumlah penduduk, ini yang menjadi persoalan saat ini,” ujarnya.

Kualitas SDM, kata Irgan, ditentukan dengan kualitas pendidikan dan keluarga. Irgan mencontohkan dalam satu keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas namun memiliki jumlah anak yang banyak berakibat pada kemampuan orang tua membiayai pendidikan anaknya.

“Selain itu, aspek kesehatan juga bisa juga turut rendah, karena saling berkorelasi,” imbuhnya.

Ia pun menjelaskan, pembangunan keluarga menjadi fokus Pemerintah saat ini, melalui program keluarga berencana, diharapkan kualitas SDM Indonesia terus meningkat. Menurut Irgan, logikanya sangat sederhana, dengan memiliki anak dua, setiap keluarga mempunyai kesempatan lebih besar memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Ketahanan keluarga pun meningkat, karena kebutuhan ekonomi tercukupi, sehingga anak terpenuhi kebutuhan hidupnya,” jelasnya.

Program KB, ditegaskannya bukan semata-mata mengendalikan jumlah penduduk, melainkan juga memiliki fokus pada ketahanan dan pembangunan keluarga, sehingga kesejahteraan yang diharapkan setiap keluarga bisa terwujud.

“Kami terus mendorong agar setiap orang paham manfaat ikut KB, bukan hanya mengendalikan jumlah penduduk, tapi lebih luas dari itu,” tegasnya.

Jumlah pengangguran yang saat ini menjadi momok yang menakutkan pun diyakininya lambat laun akan dapat diatasi seiring dengan terus meningkatnya kualitas SDM.

“Kalau SDM kita berkualitas, pekerjaan bisa didapatkan dengan mudah, bahkan bisa terus bertambah mereka yang membuka lapangan kerja,” tukasnya.(Mulyadi)