“Ibadah Haji Menggali Sebuah Pendidikan Berkarakter ” Oleh : Dr.H.Yahya Iskandar M.pd

“Ibadah Haji Menggali Sebuah Pendidikan Berkarakter ”  Oleh : Dr.H.Yahya Iskandar M.pd

lbadah haji sengaja Allah swt tempatkan pada bagian akhir dari urutan rukun islam, karena ibadah ini memerlukan makna secara spesifik, ibadah ini merupakan ibadah rahasia dan ibadah yang sangat mulya karena yang memanggilnya adalah Allah Swt. Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW. Sebagai seorang muslim yang taat kepada Allah SWT. tentunya keinginan untuk menunaikan ibadah haji menjadi sebuah cita-cita dan keinginan yang luhur, namun harapan untuk cepat memenuhi rukun Islam yang kelima itu tidaklah mudah dan tidak semua manusia dapat memenuhinya, karena berbagai faktor yang tidak bisa dipecahkan oleh akal manusia. Keinginan masyarakat yang semakin meningkat dewasa ini, membludaknya para jemaah yang ingin berhaji dibuktikan dengan puluhan calon jemaah haji yang mendaftar ke Kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia, para Pegawai Kementerian Agama di Kabupaten Kota pada Seksi penyelenggara Haji dan Umroh tidak kurang menerima pendaftaran setiap harinya 30 sampai dengan 40 jemaah, mereka siap untuk menunggu belasan tahun bahkan puluhan tahun asalkan cita-cita itu terwujud dan terpenuhi, peningkatan keinginan masyararakat untuk menunaikan ibadah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti meningkatnya pemahaman nilai-nilai agama, meningkatnya ekonomi masyarakat secara signifikan, gusuran lahan berupa tanah yang di jual dengan harga yang tinggi, atau dari sebuah warisan orang tua dan hibah kolehanya.
MOTIVASI BERHAJI

Kegembiraan, kebahagiaan dan semangat calon jemaah terpancar di raut wajahnya, ketika dapat informasi bahwa la berhak melunasl pembayaraan lbadah haji. lni berarti jemaah pada tahun berjalan siap untuk diberangkatkan, seantero persiapan dan perbekalan telah dlkumpulkan, keluarga, para tetangga dan handai taulan diinformasikan bahwa la akan menunaikan rukun Islam yang kelima pada tahun ini, manasik haji ditingkat kecamatan dan tingkat kabupaten kota terus diikuti tanpa absen, hahkan bagi jemaah yang tergabung dengan Kelompok Bimbangan lbadah Hall (KBIH) sebanyak 15 kali partemuan rutin diikuti, baju seragam haji, akomodasi dan perlengkapan haji terdiri dari koper besar, hand bag, clan tas gantungan sudah dipersiapkan dengan tullsan data jemaah dengan lengkap dan siap untuk dibawa terbang ke Tanah suci. Beraneka macam makanan kesukaan dibawa dan lain sebagainya, persiapan penemuan dengan saudara dan tetangga dilakukan ,istilah tersebut ialah Walimatul Safar dengan tujuan memohon doa restu agar keberangkatannya dimudahkan, dan diselamatkan dalam perjalanan baik pergi maupun pulang oleh Allah swt .serta membawa bekal ke tanah air haji maqbul dan mabrur, sesuai dengan sabda nabi: Orang yang meraih haji mabrur sudah ada balasannya kecuali surga. Hal-hal yang menjadu motivasi dan semangat jemaah adalah Pertama : Bahwa orang yang menunaikan haji dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. sehingga Ia pulang ke tanah air tidak membawa dosa bagaikan anak yang baru lahir dari rahim Ibunya (Abhadits) Kedua . Allah SWT memajukan surga yang penuh dengan kenikmatannya kepada para hujaj, hanya sama perkara masuk surga bukan perkara yang mudah untuk diraih akan tetap penuh dengan perjuangan dan pengorbanan yang serius berupa harta, jiwa dan raga, akhirat adalah sebuah tempat pertanggung jawaban secara pribadi masing~masing (QS. Aysaba: 37), orang lain tidak akan peduli dan tidak menghiraukan (QS. Al-haqoroh: 48). akherat adalah tempat manusia memetik dari hasil pertanian yang ditanam didunia, apa yang ditanaman di dunia maka itu pulalah yang akan dlpanen manusia diakherat kelak. Ketiga Jemaah akan diberikan pahala yang Iuar biasa, uang yang dikeluarkan Allah disamakan dengan jihad fisabilillah (AI-hadits). Keempat: jemaah dapat melihat ka’bah secara langsung yang merupakan kenikmatan yang tiada tara, dapat melaksanakan sholat di Masjndil Haram yang nilainya (pahalanya) satu kali sholat sama dengan seratus ribu kali sholat diluar Masjidil Haram (al-hadist). Kelima : Jemaah dapat menyaksikan tempat-tempat bersejarah yang tak ternilai seperti tempat kelahiran Nabi Muhamad saw. tempat wahyu diturunkan, tempat penemuan adam dan Hawa sebagai manusia pertama padang arofah namanya, dan tempat ini jutaan para hujaj berkumpul untuk wukuf,tempat nabi ibrahim akan menyembelih anaknya Ismail, tempat mustajab untuk herdoa seperti mulkazam, maqom ibrahim, hijir ismail, bukit shoffa, bukit marwa dan tempat lainnya. Keenam: Allah swt menempatkan kota Mekah dan Kota Madinah adalah kota yang disucikan dan haram bagi non muslim untuk masuk ke wilayah tanah haram ini, kebanggaan inilah yang dapat dirasakan jemaah.
Motivasi yang dibangun para Jemaah haji, membuat mereka semangat yang Iuar biasa, sakut atau matu bukan menjadi kendala dan halangan justru menambah semangat bahkan sebagian jemaah ada yang berkeinginan wafat dltempat suci itu.

UNIK DAN SERBA SERBI IBADAH PROSESI JEMAAH HAJI INDONESIA

Keunikan prosesi haji Indonesia sangat berbeda dari bangsa dan negara Iain, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan kepulangan jemaah sebagai berikut :

1. Penyelenggaraan bersifat Nasional, minimal 11 Instansi negara yang bersentuhan Iangsung dengan penyelenggaraan haji di Indonesia yaitu : Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementrian Luar Negeri. Kementerian Kesehatan, Kementerian Hak Azasi Manusia, Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Badan Pengawasan Keuangan Haji /BPKH, Kementerian Keuangan

2. Masa tunggu yang lama.
Umat muslim Indonesia adalah umat muslim terbesar di dunia tidak kurang dari 230.000 jiwa, oleh karenanya berdasarkan keputusan OKI bahwa setiap negara hanya dapat mengirimkan untuk jemaah haji hanya permil dari jumlah penduduk musIim dalam satu negara. Berdasarkan kebijakan itu pemerintah Indonesia dapat memberangkatkan warganya yang musIim sekitar 211.000 orang, dan provinsi Banten mendapat kuota kurang leblh 9240 (data jemaah tahun 2017), maka dari data itu calon jemaah yang mendaftar dalam tahun ini baru bisa berangkat 17 tahun mendatang.

3. Persiapan.
Calon jemaah haji yang akan berangkat dalam tahun berjalan berbagai persiapan dilakukan. 3 bulan sebelum keberangkatan pemerintah telah memberikan akomodasi berupa tas koper besar, tas jinjing dan tas paspor, namun yang terjadi tas besar semestinya diisi dengan pakaian secukupnya akan tetapi berisi dengan puluhan pak rokok, pedahal merokok di arab saudi dilarang keras, sebagian Iagi menyimpan uang puluhan juta di koper besar, alat memasak megicom, aneka ragam makanan, pakaian yang cukup banyak dan Iain sebagainnya, sehingga koper menjadi membengkak.

4. Pelaksanaan walimatul safar seperti orang pesta perkawinan menerima uang seperti kondangan pesta perkawinan, bahkan dalam walimah tersebut diramaikan dengan orkes dangdut.

5. Pemerintah daerah dengan kebijakannya pada setiap keberangkatan jemaah haji diadakan acara resmi dalam bentuk serimonial dengan undangan dari seluruh Instansi pemerintah dan swasta, termasuk Jemaah yang akan diberangkatkan, akan tetapi setiap satu jemaah diantarkan oleh keluarga dan tetangga lebih dari 10 mobil al hasil karena ingin mendapatkan keberkahan dan doa, bahkan tidak puas bertemu di acara serimoni diantarkan pula hingga ke Embarkasi, acara Iersebut diakhiri dengan azan untuk keberangkatan jemaah.

6. Souvenir haji.
Biasanya jemaah haji membawa kenang kenangan dari tanah suci sebagai ucapan terima kasih dari keluarga. karib kerabat, sahabat handai taolan yang telah berempati kepadanya, maka dIhadiahkan berupa air zamzam, sorban, sejadah, minyak wangi, tasbeh. kayu siwak. hingga teko air berwarna kuning. akan tetapi semua itu didapatkan dari pasar di Indonesia khususnya jemaah yang berasai dari Jabodetabek dibeli dari Tanah Abang Jakarta.

7. Dalam pelaksanaan ibadah haji banyak Jemaah yang berasal dari perkampungan yang jauh dari kota, jauh dari pergaulan dengan orang- orang Iuar dan bahkan bahasa Indonesiapun ada yang tidak bisa dan tidak paham, ketika jemaah berada di tanah suci Ialu mereka tersesat jalan hingga beberapa hari tidak pulang. karena tidak tau jalan menuju hotel pulang, ketika bertemu dengan petugas Haji Indonesia ditanya dengan bahasa lndonesia, berasal dari daerah mana Ia jawab dari kota A atau kota B bukan dari Indonesia, tidak paham dengan negaranya sendiri.

8. Sekembalinya jemaah dari tanah suci, penjemputanpun sama dengan pemberangkatan, ketika jemaah akan berangkat, satu jemaah dijemput oleh puluhan mobiI karena dengan keyakinan bahwa jemaah yang baru pulang akan membawa berkah, satu lagi keunikan yang lain banyaknya keluarga, tetangga dan sahabat yang datang uniuk minta keberkahan air zamzam yang dibawa dari tanah suci, sementara kebuakan pemerintah arab saudi hanya 5 liter air zamzam, kebingungan dan kepanikan terjadi akhirnya air zamzam itu dituang disatu bak air besar dan bahkan ada yang tuangkan kedalam sumur, IaIu disajikan kepada jemaah yang datang (mohon untuk tidak ditiru).

9. Sujud dibawah pesawat terbang ketika jemaah baru turun dan sampai di airport, yang seiayaknya tidak dilakukan ditempat itu.

10. Seragam yang beraneka ragam dengan corak dan motif yang unik, diperkaya dengan wajah yang Iugu dan sopan penuh dengan senyuman pada setiap orang asing yang ditemuinya, jemaah haji terkenaI hoby berbelanja sehingga setiap pasar ramai dengan orang Indonesia.

11. Satu jam pesawat akan mendarat di Bandara Indonesia, jemaah ramai dalam pesawat ternyata sibuk dengan ganti pakaian berubah wajah sebagian dengan berdandan sebagian lagi jemaah Iaki-Iaki mengganti dengan pakaian jubah dan ikat kepala dengan sorban terlepas dari pantas atau tidak.

Keunikan ini tenadi hanya bangsa Indonesia, dan menjadi tradisi dari tahun ketahun sehingga dapat memperkaya budaya umat islam di Indonesia, tentunya tidak semua prilaku itu dapat ditiru dan dicontoh oleh kita.

PERJALANAN RELIGI YANG BERKARAKTER

Sebuah perjalanan ibadah yang mengerahkan segala kemampuan dan potensi yang ada, ibadah haji satu kegiatan ibadah yang mampu mengubah gaya hidup seseorang dari sebuah prilaku yang kurang baik menjadi sosok manusia yang menjadi panutan atau uswatun hasanah dengan menggunakan satu kata ” MABRUR ” Kata yang sederhana akan tetapi mengandung makna yang dalam, olehn karena itu lbadah haji ini Sebuah ibadah yang istimewa yang dapat mewamai gaya hidup seseorang dari yang baik menjadi Iebih baik. seyogyanya produk mabrur dapat dipertahankan di segala tempat dan waktu .Orang baru di katakan baik apabila memiliki karakter yang mulia, karakter mulia itu bisa didapat dari sebuah perjalanan suci yaitu Perjalanan Ibadah Haji ke Tanah suci baik Makkatul Mukarommah maupun Madinatul Munawaroh, karakter yang dapat dihasilkan dari perjalanan Ibadah haji antara lain :

l. Sifat keseriusan dan semangat dalam lbadah di tanah suci baik di Makkah maupun di Madinah,sehingga tidak disia-siakan kesempatan yang mahal ini kecuali untuk ibadah semata, dikerahkan segala potensi dan kekuatan yang ada hanya untuk mendekatkan kepada Allah semata. Arbain (40 waktu) di Madinah tidak ditinggalkan, beri‘tikaf baik di Masjid Nabawi dan Madinah maupun di Masjidil Harom di Makkah terus dilakukan, tiada waktu tanpa berjamaah di Masjidil Haram, umroh dilakukan berkali-kali, inilah yang disebut Khusyu.

2. Sifat kesabaran dalam menjalankan ibadah haji merupakan satu keharusan bagi seorang jemaah, karena ujian dalam berhaji cukup berat berbeda dengan ibadah yang lain, ujian itu terkadang datang dari dalam keloter itu sendiri seperti kesabaran dalam menerima kamar tidur, ada yang mendapat tempat tidur yang sesuai dengan keinginannya ,adapula yang tidak sesuai dengan keinginannya. kesabaran sesama teman dalam sekamar dalam penggunaan AC dan Iampu, kesabaran dalam menggunakan pasilitas kendaraan, kesabaran dalam katering dan makanan dan minuman, kesabaran dalam menggunakan toliet di arofah dan mina, kesabaran menerima pelayanan kesehatan, kesabaran dalam menggunakan pasilitas hotel dan lain sebagainya. intinya sejuta kesabaran harus melekat dalam diri seorang jemaah.

Dermawan merupakan merupakan sebuah sifa terpuji, setiap melihat peminta-minta, tangannya selalu murah untuk memberi, melihat orang Iain berada dalam kesulitan tidak segan-segan membantu sepertivada jemaah yang kehilangan harta, ia menjadi orang yang pertama membantuu, sedekah dilakukan mulal dari keberangkatan hingga pelaksanaan haji, bahkan telah menyediakan oleh-oleh untuk saudara, keluarga dan sahabat hal lni dilakukan karena terdorong oleh sebuah hadist” unag yang dikeluarkan dalam rangka lbadah haji sama dengan lnfak fisabllillah” (al hadist), dan Sifat dermawan ini Allah membukakan keberkahan dan kemudahan dalam segala keinginan.

Menjauhkan sifat emosional dari sebuah perbedaan analisa yang mengakibatkan perdebatan. pertengkaran hingga permusuhan, meninggalkan kata-kata yang berbau cabul dan porno atau prilaku yang berbau nafsu syahwat syathaniyah, dan menghindari dari perbuatan yang melanggar syariat agama, sikap lnilah yang diielaskan dalam al-qur’an surat al- baqoroh ayat 197 ( rofast, jidal dan fusuq) yang harus dihindari karena dari tiga sikap inilah awal dari kehancuran pahala ibadah haji.(Red)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.