HAORNAS XXXIV 2017: Bupati Zaki Terima Penghargaan Dari Kemenpora

HAORNAS XXXIV 2017: Bupati Zaki Terima Penghargaan Dari Kemenpora

Samangat olahraga tak pernah padam di bumi Kabupaten Tangerang, terbukti berbenah infrastruktur olahraga di Kabupaten Tangerang terus digelorakan Olah Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mulai dari Sport Center, Stadion Mini Kecamatan, GOR Kecamatan di programkan hingga penyelenggaraan even olahraga ditingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional.
Dengan jerih payah tersebut Kementian Pemuda Dan Olahraga RI memberikan apresiasi dan penghargaan Kepada Bupati Tangerang sebagi Pembina Penerima Penghargaan Olahraga Berprestasi Tahun 2017 dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, diserahkan langsung oleh Kemenpora Imam Nahrowi kepada Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Ahmad Taufik yang mewakili Bupati Tangerang. Sabtu, (9/9) di Stadion dr. H. Moch. Soebroto Kota Magelang, Jawa Tengah.
” alhamdulilah penghargaan ini diraih berkat kita semua, olahraga merupakan pemersatu kita semua di Kabupaten Tangerang yang selalu menyatu dalam pelaksanaan olahraga apa pun, ” ujar Taufik setelah menerima penghargaan.
Ditempat berbeda Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menambahkan, Kabupaten Tangerang merupakan wilayah yang multi etnis, wilayah yang dihuni 3,4 juta jiwa, membutuhkan sarana olah raga yang memadai, mulai dari stadion mini, Gedung olahraga, hingga stadion skala internasional. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya dalam menyediakan infrastruktur dan melakukan pembinaan atlet-atlet lokal yang akan menjadi generasi penerus bangsa dikancah Internasional.
” jika masyarakatnya berolahraga dengan baik, jiwanya menjadi sehat, sehingga akan bersatu membahu membangun daerah. semua kita bangun untuk masyarakat,” ucap Bupati yang pernah menerima penghargaan dari SIWO PWI sebagai Bupati Peduli Olahraga.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi dalam sambutannya mengatakan, pemerintah berharap melalui olahraga, masyarakat Indonesia yang majemuk dan terdiri dari berbagai suku juga agama bisa memperkuat persatuan, tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain.
Menpora mencontohkan Sani Tawainella di Desa Tulehu, Maluku. Sani dikatakan Menpora berhasil menyatukan anak-anak di daerahnya, yang terdiri dari beragam agama, untuk berprestasi di kancah sepak bola hingga ke tingkat nasional meski ketika itu Maluku masih didera konflik antar-golongan.
“Saat ini desa tersebut menjadi dipercontohan nasional untuk perkembangan sepak bola,” kata Imam didepan ribuan Peserta Haornas.
Dalam acara puncak Haornas ke-34, Menpora juga turut dalam pencampuran tanah dan air dari 90 kabupaten dan kota di Indonesia ke dalam sebuah wadah berbentuk bola dunia.
Tanah dan air itu nantinya dibawa ke puncak Gunung Tidar dan turut menjadi bahan pembangunan Monumen Tanah Air Nusantara yang akan dibangun di sana. Gunung Tidar menjadi tempat didirikannya monumen tersebut karena diyakini sebagai titik pusat tanah Jawa.
“Ini merupakan simbol bahwa selamanya kita akan menjaga Indonesia dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan negeri tercinta. Selamanya kita adalah NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Menpora.
Dalam Haornas tersebut kemenpora memberikan penghargaan diantaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi, Bupati Bogor Hj. Nurhayati, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar, Rahmat Efendi Walikota Bekasi. (Mulyadi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan