Flat Shoes Ini Terbuat Dari Botol Plastik Bekas, Percaya atau Tidak?

Flat Shoes Ini Terbuat Dari Botol Plastik Bekas, Percaya atau Tidak?

KORANTANGERANG.com – Isu lingkungan yang serius memang masih menjadi perhatian banyak kalangan hingga saat ini. Tak heran jika ragam perusahaan berusaha melakukan inovasi dengan meluncurkan produk yang ramah lingkungan. Kali ini, inovasi produk ramah lingkungan dilakukan oleh sebuah start up alas kaki asal Amerika Serikat.

Start up Rothy’s yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat, ingin merancang sepatu yang lebih baik dan berbeda dari pasaran. Pihaknya pun kemudian mencoba sepatu ramah lingkungan sehingga mengurangi material yang umumnya dibuat dalam konstruksi.

Akhirnya, mereka pun melakukan inovasi dengan merancang sepatu berbahan benang yang terbuat dari daur ulang botol plastik. Untuk membuat sepatu ramah lingkungan ini, Rothy’s membutuhkan waktu mengembangkan produk dan melakukan riset selama tiga tahun lamanya. Start up ini menjadi lini alas kaki pertama yang menggunakan proses ‘seamless knit’ tiga dimensi dalam proses pembuatannya.

“Kita memiliki jumlah limbah yang besar yang masuk ke tempat pembuangan sampah. Kami melakukan proses ‘seamless knit’ tiga dimensi untuk membuatnya, sehingga meminimalisir limbah dari sisa potongan kain atau benang,” ujar Roth Martin, co founder dan Chief Creative Officer Rothy’s, dalam website resminya.

Terkait proses pembuatannya, pertama, Rothy’s membuat benang untuk merajut bagian atas sepatu. Benang tersebut terbuat dari botol PET yang telah dicuci dengan air panas, lalu diproses menjadi serat filamen yang kemudian diubah menjadi benang. Benang-benang diberikan wicking agent untuk menghilangkan kelembapan.

Rothy’s juga menggunakan outsoles, insoles, serta kemasan carbon-free yang bisa didaur ulang sepenuhnya ketika tak lagi dibutuhkan. Secara keseluruhan, jenis sepatu ini menggunakan tiga material yang berbeda. Pada bagian atas, menggunakan material berupa benang dari botol PET yang telah diproses menjadi serat filamen serta material insole. Sementara, untuk solnya terbuat dari karet. Untuk membuat satu buah sepatu membutuhkan sekira tiga botol daur ulang.

Hasilnya, serat halus yang membungkus bagian atas sepatu menjadi nyaman dikenakan. Roth mengklaim jika sepatu model datar ini juga anti bakteri dan dapat dicuci menggunakan mesin cuci secara mudah.

Bagi Anda yang tertarik, koleksi perdana Rothy’s menawarkan dua model dalam 17 kombinasi yang berbeda. Harganya dibanderol USD125 atau setara dengan Rp1.6 jutaan untuk jenis flat dan model pointed seharga USD145 atau Rp1.8 jutaan. @DF

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.