Dinsos DKI Lepas Anak-Anak Bermasalah Sosial untuk Bekerja

Dinsos DKI Lepas Anak-Anak Bermasalah Sosial untuk Bekerja

Anak-anak bermasalah sosial di DKI Jakarta mendapatkan pelatihan keterampilan di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya milik Dinas Sosial DKI Jakarta. Saat ini, panti telah melepas 104 anak binaan angkatan 91 tahun 2016 yang telah dilatih dan siap bekerja.

“Kami memiliki sembilan jenis pelatihan keterampilan. Anak-anak dipersilakan memilih sesuai dengan minat dan bakat mereka,” tandas Syaiman Kepala PSBR Taruna Jaya saat melepas anak-anak tersebut, Selasa (10/1).

Ia melanjutkan, pihaknya berkomitmen agar anak-anak yang telah dilatih itu benar-benar bekerja, tidak menganggur. Sehingga alumni-alumni panti ini bisa mandiri dan tidak menjadi beban di masyarakat.

Total untuk pelatihan otomotif ada 16 orang yang telah bekerja dan 10 orang masih Pelatihan Belajar Kerja (PBK). Pelatihan komputer ada 9 orang bekerja dan 6 orang PBK. Pelatihan las ada 13 orang bekerja dan 2 masih PBK.

Sedangkan servis HP ada 4 orang yang bekerja. Servis AC ada 8 orang bekerja dan 8 orang masih PBK. Furniture dan tata boga masih dalam tahap pembinaan karena baru mulai pertengahan tahun 2016.

“Kami memiliki rentan waktu satu tahun untuk mereka berlatih keterampilan. Tapi jika baru tiga bulan mereka sudah terampil, maka bisa kita langsung salurkan ke perusahaan untuk bekerja langsung,” tandas Syaiman.

Pihaknya juga bekerjasama dengan perusahaan otomotif, dan perusahaan lainnya untuk menyalurkan anak-anak itu. Sehingga ketika lulus mereka bisa langsung bekerja.

Dalam masa pelatihan itu, anak-anak ditekankan pada perubahan pola pikir dan kedisiplinan. Karena menurut Syaiman, hal itu modal utama untuk mereka ketika bekerja di perusahaan.

Ketika pelepasan, anak-anak diberikan tools kit sebagai modal awal mereka. Bagi keterampilan otomotif mereka diberikan peralatan berupa kunci-kunci dan kompresor.

Sedangkan keterampilan jahit mereka diberikan mesin jahit dan perlengkapan jahit lainnya. Keterampilan las pun diberikan alat perlengkapan las.

“Ini sebagai modal awal mereka. Kami hanya berupaya agar lulusan dari sini, mereka dapat bekerja. Jika tidak bisa bekerja di perusahaan, mereka bisa usaha mandiri,” ujar Syaiman.

Pihaknya juga bekerjasama dengan ADRF DREAM CENTER untuk melakukan pelatihan terhadap anak jalanan di Jakarta. Saat ini telah didirikan 2 program keahlian, yaitu program keahlian komputer dan program keahlian furniture yang didanai oleh KOICA (Korea International Cooperation Agency).

“Dimana kegiatan bertujuan untuk pemberdayaan anak jalanan untuk kehidupan yang lebih baik,” ungkap Syaiman. @AANG

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.