Cerita Sandra Diana, Lifter yang Kumpulkan Receh di Jalan Raya

Cerita Sandra Diana, Lifter yang Kumpulkan Receh di Jalan Raya

Nama Sandra Diana Sari mendadak ramai dibicarakan di media sosial. Lifter asal Sumatera Barat itu jadi buah bibir bukan karena prestasi yang dia raih, tapi karena aksinya meminta sumbangan di jalan.

Sandra meminta bantuan kepada pengguna jalan dengan membawa sebuah kardus. Dia berharap orang-orang yang kebetulan melintas di salah satu ruas jalan Kota Padang, Sumatera Barat, mau memberikan sedikit uangnya.

Pada foto yang sudah beredar di dunia maya dan jejaring sosial, Sandra terlihat membawa kardus berwarna putih dengan tulisan ‘Penggalangan Recehan untuk Sandra juara Asia’ di bagian depan. Dia mengumpulkan uang renceh dibantu oleh rekan-rekannya dari Klub Family Barbel.

Sandra tergolong atlet berprestasi. Pada awal Mei lalu dia meraih medali emas di Kejuaraan Asia 2017 yang digelar di Bandung.

Bukan hal mudah baginya melakukan pengumpuan receh seperti demikian. Bukan juga karena ingin mempermalukan PABBSI (Persatuan Angkat Besi Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia) dengan aksinya tersebut. Sandra mengaku gerah karena selama dia lolos seleksi nasional tak sepeser pun dibantu oleh KONI Sumbar. Bahkan, untuk mengapresiasi prestasinya meraih medali emas di Kejuaraan Asia beberapa waktu lalu.

“Waktu pergi ke seleknas sampai bulan Mei tidak ada bantuan sama sekali dari KONI Sumbar. Padahal saya sudah mengajukan tapi tidak ada tanggapan. Ongkos juga tidak dikasih, semuanya pakai biaya sendiri. Saya tidak dibiayai dari Maret sampai Mei. Sampai pulang kejuaraan juga begitu. Sempat ke KONI tapi cuma salam doang, tidak ada bantuan,” kata Sandra.

Diakui Sandra sebelumnya dari PABBSI Sumatera Barat sempat ada bantuan sebesar Rp 2,5 juta, dana itu untuk mengganti biaya latihan Sandra selama satu bulan. Setelah itu tidak ada bantuan dana lainnya bahkan sampai saat ini. “Tidak ada. Sekarang juga tidak ada,” katanya.

Gadis kelahiran Payakumbuh, 4 mei 1995, ini pun mengungkapkan tujuan dia mengumpulkan receh di jalanan. Menurutnya, tidak ada niat dia untuk merendahkan KONI dan Pemprov Sumbar.

“Ya cuma ingin mengetuk dan membuka pintu hati KONI dan Pemprov Sumbar. Niat merendahkan mereka tidak ada. Sekarang kita kan latihan butuh bantuan, mbak. Ini vitamin tidak ada, uang saku, kalau tanding kan harus fokus. Masa tidak diperhatikan,” sesal peraih empat medali emas Kejurnas 2013 ini.

Dia pun menyebut aksinya ini tidak ada suruhan dari siapapun. Semua dia lakukan atas kemauannya sendiri. “Saya bukan minta duit tapi ingin dihargai. Cuma dapat salam saja. Dijanjikan tapi tidak tahu kapan.”

Sarana Latihan juga Terbatas

Kisah miris Sandra berlatih demi daerah dan Merah Putih rupanya tidak terbatas dengan tidak diberikannya uang saku yang menjadi haknya. Tetapi juga sarana latihan angkat berat yang layak.

“Sandra latihan dan tanding bukan untuk pribadi tapi Sumbar dan Indonesia. Di tempat latihan juga tidak ada yang perhatian. Barbelnya pun terbuat dari semen. Pelatih yang buat sendiri, jadi ada barbel yang 25 kg, 10 kg, 20 kg,” aku Sandra.

“Tanah saja masih kontrak. Jadi semua yang urus pelatih saja,” lanjutnya.

Nah, untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari, Sandra mengaku kerap menggunakan kocek pribadinya. Dia bekerja di warung nasi di Pasar Raya, Padang, dari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Setelah pulang kerja, kemudian lanjut latihan hingga pukul 22.00 WIB. Dari hasil upah kerja itulah dia mendapat Rp 70.000 per hari untuk memenuhi kebutuhan latihannya.

“Jadi latihan terus kerja juga terus,” katanya.

Dia pun berharap di Kejuaraan Nasional yang akan datang, dia bisa diberi dukungan penuh oleh KONI setempat.

“Iya optimistis saja. Saya tidak ada niat jelek atau buruk. Saya cuma minta dukungan saja. Komunikasi sama atlet lain tidak ada, karena dari Suamtera Barat yang turun di Kejuaraan Asia saya saja,” paparnya.

Atas aksinya turun ke jalan mengumpulkan receh, Sandra kini malah terancam dapat hukuman. @DEWI

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.