Bye-Bye Bell Sleeve, Celana Kulot dan Motif Geometrik!

Bye-Bye Bell Sleeve, Celana Kulot dan Motif Geometrik!

Tren selalu berkembang dan berubah dengan cepat. Tilik saja flare pants dan bell sleeve yang sempat populer di tahun 1990-an kembali menjadi hits satu tahun belakangan.

Lalu, tren kalung choker yang sempat populer di tahun 2000-an kembali menjadi hits di 2016. Tren kaus di balik slip dress kembali menjadi favorit usai dikenakan oleh beberapa selebriti dunia.

Lantas, apakah sederet item fesyen tersebut masih akan tetap bertahan di 2017? Berikut penjelasan fashion stylist Adi Surantha, di gelaran Indonesia Fashion Week, Minggu (5/2/2017).

Bell sleeve – long sleeve

Menurut Adi, tren busana bell sleeve atau lengan berbentuk lonceng mulai ditinggalkan di 2017. Sempat populer di tahun 1990-an, rupanya bell sleeve akan tergantikan oleh long sleeve top atau busana berlengan panjang. Bahkan, yang paling hits busana lengan panjang yang dikenakan akan terlihat kepanjangan.

Celana kulot dan wide leg – celana cutbray

Ucapkan selamat tinggal pada celana kulot, wide leg, flare pants atau celana berpotongan lebar dan beralihlah pada celana cutbray.

“Celana potongan midi semata kaki lebih cutbray akan jadi tren di 2017,” ujar penata gaya favorit selebriti Tanah Air, seperti Afgan, Rossa, Dewi Sandra, dan lain-lain.

Motif geometrik – motif artsy

Bukan lagi motif geometrik, di 2017 motif busana yang dihadirkan memiliki nuansa seni atau artsy serta cenderung abstrak. Motif floral juga akan mendominasi awal tahun sebagai tanda munculnya musim panas dan semi 2017.

Pilihan warna selain monokrom

Warna monokrom memang tetap akan menjadi favorit sebagian besar fashionista. Kendati demikian, Adi menyarankan agar para pecinta mode mulai melirik warna lain, seperti kuning lemon atau merah yang lebih berani, serta warna nude untuk nuansa yang lebih netral. @SINTA

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.