Busana Muslim dengan Sentuhan Sulam dan Bordir Khas Bukittinggi

Busana Muslim dengan Sentuhan Sulam dan Bordir Khas Bukittinggi

Indonesia kaya akan kain tradisional yang menarik untuk dieksplorasi. Tak ayal jika sejumlah brand lokal menjadikan wastra Nusantara sebagai inspirasi dalam koleksi busana.

Ini pula yang dilakukan oleh brand busana muslim Shafira. Jelang gelaran Indonesia Fashion Week 2017, diungkapkan oleh Feny Mustafa, Founder Shafira Corporation, mereka akan menampilkan koleksi busana bertajuk ‘Bungo Nagari’ yang terinspirasi dari gaya fesyen Hungarian. Gaya tersebut dipadukan dengan sulam dan bordir dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pemilihan sulam dan bordir dari Bukittinggi, Sumatera Barat, bukan tanpa alasan. Pasalnya pihak Shafira ingin sulam dan bordir dapat terdengar gaungnya hingga ranah internasional.

“Kami mengangkat budaya Eropa Timur, Hungarian ala bohemian. Tetapi, show-nya harus mengangkat daerah, jadi kami angkat salah satu kota atau daerah, khususnya sulam dan bordir Bukittinggi. Saya ingin ada alternatif bahwa wastra Nusantara Indonesia tidak hanya batik dan tenun, tetapi bordir bisa menjadi yang utama, bukan hanya sebagai pelengkap atau detail,” tutur Setiawan, Head of Designer Shafira, dalam jumpa pers Shafira Road To Indonesia Fashion Week 2017, di Locanda Restaurant, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Sejumlah 60 set busana ready to wear deluxe, yang terdiri atas 45 set busana wanita dan 15 set busana pria, siap ditampilkan dalam ajang Indonesia Fashion Week 2017. Untuk wanita, akan lebih banyak hadir gaya cocktail dress, sementara pria ditampilkan melalui potongan jaket pendek, jaket panjang, hingga celana harem.

“Koleksi busananya lebih ke mix and match. Misalnya, padanan busana baju kurung model asimetris dengan aksen sulam bayang dipadu dengan rok tulle. Karena kami ingin look akhirnya akan modern,” terang Setiawan.

Tak hanya siluet baju kurung berpotongan longgar, hadir pula koleksi blus dengan eksplorasi detail pada bagian tangan; jaket berpotongan longgar dengan detail kristal swarovski yang membentuk motif songket pucuk rebung; rok bergaya aristokrat; hingga celana palazzo bergaya edgy dengan taburan aplikasi bordir bungo nagari.

“Baru kali ini kami mengangkat koleksi menswear. Meski tradisional, tetapi look-nya akan modern. Ada yang dari sarung dibuat celana, lalu jaketnya ada bordir yang diaplikasikan di bagian tertentu,” lanjutnya.

Selain sulam dan bordir yang menawan, tampilan busana juga dipercantik dengan kristal swarovski beraneka warna. Manik dan bebatuan swarovski beraneka warna disematkan pada material satin sutera dan organza polos. Aksen tersebut membentuk motif-motif yang menyebar di atas terusan panjang atau atasan berbahan polos warna biru, marun, dan coklat hazelnut. Motif swarovski juga hadir pada jaket pendek, jaket panjang, atau trench coat.

Lantaran menggunakan sulam dan bordir, Setiawan mengaku jika proses pengerjaan koleksi yang dimulai sejak Agustus 2017 lalu terbilang cukup lama. Bahkan, satu potong kain bisa dikerjakan dalam waktu dua setengah bulan.

“Sulam dan bordir pengerjaannya memang lama, tetapi kita punya tim khusus yang memproduksi secara khusus pula. Kalau sulam kan pakai tangan, nah kita harus menggunakan mesin yang besar, sulit mendapatkan look yang sama sehingga terkadang kesalahan yang dilakukan pun banyak,” tambah Setiawan.

Di tempat yang sama, istri Wali Kota Bukittinggi Yesi Endriani Ramlan Nurmatias mengatakan, sulam dan bordir khas Bukittinggi memiliki ciri khas berbeda dengan yang lain. Hasil sulam dan bordirnya memilik tekstur lebih padat dan halus.

Soal material yang dipilih, Setiawan pun tak ingin sembarangan memilih. Lantaran bordirnya yang cantik, maka material yang dipilih harus lebih light, seperti organdi tekstur. Dengan begitu, warna busana yang ditampilkan pun akan lebih menonjol.

Selain warna biru dan merah, warna coral, dusty pink, kuning, krem, merah marun, hingga biru tembaga juga akan dihadirkan dalam fashion show pada Jumat, 3 Februari 2017 mendatang. @DF

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.