Biadab!!! Ayah Tiri Cabuli Anak Di Bawah Umur

Biadab!!! Ayah Tiri Cabuli Anak Di Bawah Umur

Belum lama ini atau lusa kemarin terungkap kasus pencabulan yang dialami seorang anak dibawah umur. Kasus ini dialami Mawar (14) (nama samaran) yang tinggal di Kampung Karang Kobong Rt 013/004 Desa Cidoko Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang yang telah dicabuli oleh bapak tirinya berinisial Man (34).

Ayubi ayah kandung Mawar yang didampingi keluarganya ketika ditemui Korantangerang.com di kediamannya pada Rabu 20 September 2017 menjelaskan, Bahwa dari pengakuan Mawar kepada keluarga, Mawar bercerita bahwa Peristiwa itu terjadi sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD pada tahun 2016 dan terulang kembali pada 06 September 2017 lalu.

Berdasarkan pengakuan Mawar, itu terjadi ketika dirinya sedang nonton tv di ruang tengah dengan kondisi rumah sepi. Saat itulah ayah tirinya melempiaskan aksi bejatnya.

Dengan Cara, pelaku menyodorkan kemaluan ke mulut korban dan situ lah pelaku yang juga ayah tirinya mulai meluapkan nafsu bejatnya dan mensetubuhi korban, Meski korban sempat berontak namun si pelaku memaksa bahkan mengancam korban akan di bunuh.

Dari pengakuan Mawar, maka pihak keluarga sepakat membawa Mawar ke Polresta Tangerang guna melaporkan kejadian tersebut sekaligus agar dapat merekomendasi untuk di lakukan Visum dari Rumah Sakit Umum Balaraja.

Adapun dari hasil visum rumah sakit menunjukan bahwa kemaluan Mawar robek pada selaput darah mawar sebesar 3 cm,”Ujar Ayubi.

Bukan hanya itu, pihak keluargapun telah melaporkan kejadian ini kepada lembaga perlindungan anak (LPA) Kabupaten Tangerang untuk membantu kami disertai dengan bukti bukti hasil visum dari Rumah Sakit Umum Balaraja.

Namun hingga kini, Kami pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, “Kami meminta agar pelaku dapat segera di tangkap dan mendapatkan hukum yang seberat beratnya,”harap Ayubi mengakhiri (mulyadi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.