Berusahalah Untuk Tidak Memilih Pemimpin Kafir

Berusahalah Untuk Tidak Memilih Pemimpin Kafir

korantangerang.com – Allah SWT dan Rasulullah SAW telah jelas-jelas melarang kaum Muslimin dan Muslimat untuk memilih pemimpin dari golongan kafir. Tapi sayangnya banyak kaum Muslimin dan kaum Muslimat yang menafikan perintah itu dengan tetap memilih pemimpin dari golongan kafir.

Lalu, apa sanksi yang akan mereka terima karena berani melawan larangan Allah SWT dan Rasulullah SAW itu? ( 20 / 17 )

“Terkait masalah sanksi yang akan diterima kaum Muslimin dan Muslimat yang terang-terangan berani melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya itu merupakan rahasia Allah dan hanya Dia-lah yang tahu,” jelas Al Habib Abdullah bin Muksin Al Mudhor.

Sebagai muslim, tambah Habib Abdullah, kita berkewajiban menjalankan apa yang telah Allah dan Rasul-Nya perintahkan dalan memilih pemimpin agar kita bisa memiliki pemimpin-pemimpin yang bertanggung jawab atas kepemimpinannya itu.

“Pemimpin yang mengikuti aturan dan Undang Undang yang berlaku agar terciptanya negara yang adil dan makmur untuk setiap warga negaranya,” tutur salah seorang pendakwah di Majelis Al Ghifary, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Habib Abdullah bin Muksin Al Mudhor menambahkan, Rasulullah SAW memberikan contoh kepada umat manusia untuk berbudi pekerti yang baik. Dan selalu mengutamakan Allah SWT di dalam setiap dimensi kehidupannya.

“Jadi, apabila ada seseorang atau golongan yang terlihat mementingkan urusan dunia itu maka kembali kepada niatnya. Sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW yang artinya bahwa segala sesuatu perbuatan itu tergantung pada niatnya,” ujar Habib Abdullah.

Yang jelas, tambahnya, kami selaku umat Rasulullah SAW berusaha mengikuti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan tujuan mengharapkan keridhoan Allah SWT.
“Tentu hal itu termasuk apa yang telah diperintahkan dan dicontohkannya dalam memilih seorang pemimpin agar kita jangan memilih pemimpin dari golongan kafir,” katanya.

Habib Abdullah menambahkan, bila kita ingin hidup berbahagia dunia dan akhirat ya kita harus mencintai Allah dan Rasul-Nya.

“Itu berarti juga kita harus meninggalkan apa yang dilarang dan menjalankan apa yang diperintahkan,” pungkas Habib Abdullah Al-Muhdhor.(RDH).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.