Anies Sebut Persoalan PKL Kota Tua Bisa Teratasi dengan Pendidikan

KORANTANGERANG.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan revitalisasi Kota Tua sebagai salah satu tempat wisata sejarah di Jakarta. Revitalisasi Kota Tua itu sempat menuai penolakan dari para pedagang kaki lima (PKL).

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai penataan PKL di Kota Tua harus melihat berbagai pertimbangan sebelum melakukan eksekusi.

“Penataan PKL itu dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan bagi pengguna jalan, bisa menjadi bagian dari objek wisata dan mata pencaharian, area ekspresi seni,” kata Anies saat ditemui di Jalan Pandan, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/12).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan berbagai kota tua di luar negeri justru memanfaatkan PKL sebagai bagian dari seni, pasar, dan juga objek wisata. Hal ini pun bisa dilakukan asalkan para PKL bisa ditata dan dikelola dengan baik.

“Kalau enggak ditata dan dikelola ya bakal jadi masalah. Kota-kota tua di Eropa justru menjadikan PKL bagian dari atraksi tapi dilatih, disiapkan. Itu makanya kita siapkan agar PKL itu ditanya dengan baik dan warga pun merasa mendapatkan manfaat,” jelas Anies.

Ditambahkan Anies, permasalahan PKL bisa teratasi dengan pendidikan. Artinya para PKL tersebut akan mendapatkan bimbingan dan pengarahan bagaimana mereka harus menggunakan lahan umum dengan baik.

“Kedua bagi mereka yang bekerja menertibkan. Tata cara menertibkan juga harus dilatih, sehingga yang muncul bukan suasana konflik tapi suasana membangun areal publik yang nyaman untuk semuanya,” tutur Anies. @DF