Anies – Sandi Dapat Dukungan PKB, PAN, dan PPP DKI Jakarta

Anies – Sandi Dapat Dukungan PKB, PAN, dan PPP DKI Jakarta

JAKARTA – Pada putaran kedua paslon cagub dan cawagub Anies Baswedan – Sandiaga Uno mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta. Dukungan dari parpol pendukung paslon Agus – Sylvi di putaran pertama itu dideklarasikan di Posko Pemenangan Anies – Sandi, di Jalan Cicurug No.6 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/2).

Muhammad Taufik, anggota tim sukses paslon Anies – Sandi, menyambut gembira deklarasi tersebut. “Ini semuanya keluarga besar kita, kan memang semuanya bermulai dari satu keluarga. Terima kasih atas kedatangannya. Kita sama-sama berjuang sebentar lagi. Kehadiran teman-teman menambah magnet kemenangan dan daya juang kami,” ujarnya.

Perwakilan partai yang datang ke posko Pemenangan Anies-Sandi dan menyatakan dukungan mereka adalah PKB, PAN dan PPPB. Hal ini menunjukkan resminya dukungan di tingkat wilayah dari ketiga partai tersebut terhadap pasangan Anies-Sandi.

Politisi Gerindra ini juga mengatakan, timnya sudah melakukan komunikasi politik terhadap DPP masing-masing sehingga datangnya dukungan dari pusat tidak perlu terlalu dikhawatirkan. “Saya kira wilayah ini pentinglah ya, karena wilayah itu punya masyarakat. Nanti tingkat DPP juga pasti akan memahami apa yang diinginkan, Insya Allah secara organisatoris akan mengikuti,” ujar Taufik.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy, Arsul Sani, menyebut sikap DPC sah saja. Namun bukan keputusan resmi PPP pusat. “Seperti yang sudah saya sampaikan bawa sampai saat ini DPP PPP masih melakukan konsultasi publik internal. Sambil menyerap aspirasi dari struktur partai, pemangku kepentingan, termasuk tokoh senior,” katanya.

Asrul menambahkan, PPP dan semua partai yang tergabung dalam poros Cikeas belum bertemu pascakekalahan pasangan Agus-Sylvi. Dikatakan dia, partai-partai itu juga harus didengar seperti apa pandangannya. “Selain itu kita masih tunggu hasil perhitungan resmi KPUD,” katanya.

Dia menjelaskan, PPP tidak melarang kader bawah menyampaikan aspirasi. Toh, katanya, di PPP juga tidak ada pemangku kepentingan yang dominan. “Kita tak larang untuk jajaran mengekspresikan aspirasi mereka, PPP persilakan timses mendukung. Tapi kami akan bahas setelah terjadi mekanisme rapimnas. Jajaran di DKI harus didengar, kita usung pilkada mana pun semua seperti itu, kecuali ada dua aspirasi. Memang keputusan di tingkat pusat, tapi ada wakil dari bawah yang ikut ambil keputusan itu, dan kami masih konsolidasi,” pungkasnya. (Jamiel Loellail Rora)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.