Anies Baswedan: 35 Persen Siswa Tak Lulus SMA, Itu Bukan Salah Ahok

KORANTANGERANG.com – Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut angka ketimpangan pendidikan di Jakarta sangat tinggi. Permasalahan ini disebutnya warisan kepemimpinan Jakarta sejak lama.

“Dan hari ini angka yang 35 persen itu tidak lulus SMA, itu bukan salah satu atau dua gubernur, tidak usah menyalahkan gubernur. Ini warisan masalah lama, bukan salahnya Pak Ahok sama sekali. Ini warisan dari lama. Kita akan bereskan dan kita tidak akan biarkan ini terjadi lagi,” jelas Anies di GOR Cempaka Putih, Jalan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Berjanji membenahi pendidikan di Ibu Kota jika terpilih, Anies-Sandiaga Uno akan membenahi sarana dan prasarana pendidikan. Pihaknya juga akan meningkatkan kualitas guru.

“Kita akan perbaiki sarana dan prasarana, dan guru semuanya ditingkatkan mutunya, dan uangnya ada. Jakarta punya dananya, tempat lain belum tentu ada,” katanya.

Target dari peningkatan mutu pendidikan yang disasar Anies-Sandi kalangan bawah dari masyarakat Jakarta. Anies menilai mutu pendidikan yang tinggi di Jakarta hari ini hanya di rasakan kelas menengah atas.

“Mereka sekarang yang ada di bawah kami akan menjamin akses pendidikan tuntas dan kami akan membangun sekolah-sekolah vokasi dengan sistem, dual sistem. Di Jakarta bisa dual sistem,” jelas Anies.

“Itu artinya, tiga hari belajar di perusahaan dan dua hari di sekolah. Sehingga mereka dilatih untuk bisa langsung bekerja. Dan perusahaanpun sudah menampung,” jelasnya lagi.

Sistem tersebut dikatakan Anies bisa berjalan di Jakarta dengan aktivitas ekonomi yang sudah baik. “Itu tidak bisa dilakukan di tempat lain, kalau di Jakarta bisa dengan ekonomi ada 60 persen ada di Jakarta, itu bisa kita lakukan. Kita akan bereskan, SD, SMP, SMA. Dan kita akan bangun sekolah vokasi,” katanya lagi. @DF