Anggota Komisi IX DPR RI: Gunakan Internet dan Medsos dengan Bijak

Korantangerang.com – Internet dan Media Sosial (Medsos) sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup di abad ini. Sehingga mayoritas penduduk Indonesia pun sudah terbiasa menggunakannya. Namun, disamping memberikan manfaat positif, internet dan medsos berdampak negatif. Sehingga kita dituntut cerdas dan bijak dalam menggunakannya.

Demikian pesan yang disampaikan Marinus Gea, anggota Komisi IX DPR RI saat menjadi narasumber Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif 2017 yang dihelat Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (13/11) lalu

Dalam acara yang dihadiri ratusan peserta tersebut, politisi PDI Perjuangan itu mewanti-wanti peserta agar tidak mudah terhasut oleh berbagai informasi palsu (hoax) yang saat ini mudah tersebar melalui internet dan medsos.

“Kalau mendapatkan informasi yang tidak jelas sumbernya, terlebih tidak paham maksud dan tujuannya, jangan cepat percaya atau membagikannya,” ujarnya.

Menurutnya, internet dan medsos itu layaknya sebuah hutan rimba, dimana segala sesuatu bisa ada, karena tidak ada kekuatan yang bisa mengendalikannya. Sehingga, kekuasan yang paling utama adalah kemampuan setiap individu untuk memilih dan memilah beragam konten maupun informasi yang disajikan di dunia maya tersebut.

“Jadi, kalau kita sudah mampu memilih mana yang kira-kira bermanfaat atau tidak, serta memilah mana informasi yang benar atau palsu, maka kita akan mendapatkan manfaat lebih dari internet dan media sosial,” paparnya.

Peserta pun tampak antusias, karena dalam kegiatan yang partisipatif tersebut, beberapa peserta menyampaikan pendapat serta pengalamannya dalam menggunakan internet dan medsos, salah satunya seperti yang disampaikan Anita, warga setempat.

Ia mengatakan sering menerima semacam informasi berantai mengenai sebuah peristiwa atau informasi tertentu, karena aplikasi whatsapp sangat memudahkan seseorang melakukannya. Namun sebenarnya tak semua beragam informasi tersebut dibutuhkannya, tapi karena terlanjur masuk ke telepon seluler miliknya, kadang ia membacanya.

Anita pun merasa was-was, bagaimana jika informasi serupa terkirim ke whatsapp milik anak-anak atau remaja yang belum memiliki kemampuan untuk membedakan informasi tersebut benar atau palsu (hoax).

Menanggapi pernyataan Anita, Marinus menekankan pentingnya setiap orang tua untuk mendampingi dan memberikan edukasi menggunakan medsos dengan baik kepada anak-anak dan remaja. Karena laju perkembangan teknologi ini tidak akan bisa dibendung, termasuk kelompok anak-anak dan remaja pun menjadi pengguna aktif.

“Disini pentingnya peran orang tua dan orang dewasa untuk mendampingi mereka yang masih usia anak-anak dan remaja untuk memiliki sikap kritis terhadap konten dan informasi yang beredar di internet dan medsos,” jelasnya.

Mengedukasi anak-anak dan remaja agar menjadi generasi yang kritis sangat penting, karena mereka akan memiliki sikap dan kepribadian yang tidak mudah tergoda untuk membuka situs pornografi atau yang berisi kekerasan serta ujaran kebencian.

“Intinya, anak-anak dan remaja harus ditanamkan nilai-nilai toleransi, tanggung jawab, kebhinekaan, kasih sayang, budi pekerti dan nasionalisme,” tegasnya.

Marinus berharap, meski saat ini bebas dan mudah mengakses konten dan informasi apa saja di internet serta medsos, namun ketahanan keluarga tetap kokoh, karena setiap anggota keluarga memiliki nilai-nilai baik yang membuat keluarga tersebut terus tumbuh menjadi keluarga yang sejahtera.

“Justru internet dan medsos bisa digunakan menjadi wahana belajar dan berinteraksi untuk mendapatkan pengetahuan baru serta memperluas jaringan persahabatan dan persaudaraan,” tukasnya.(Mulyadi)