Alasan Aspac Pertahankan Pemain Naturalisasi dan Gunakan Satu Asing

Alasan Aspac Pertahankan Pemain Naturalisasi dan Gunakan Satu Asing

KORANTANGERANG.com – Aspac cuma menambah skuat dengan satu pemain asing dalam menghadapi Indonesian Basketball League (IBL) 2017. Aspac mematok target juara.

Setelah melalui perbedaan pendapat yang alot, Aspac akhirnya menjadi salah satu kontestan IBL musim depan. Aspac menjadi klub terakhir menyusul 10 tim lain yang akan ambil bagian.

Aspac turut memanfaatkan peraturan bisa menambah pemain asing dalam skuatnya. Aspac hanya memilih satu dari 20 pemain asing yang disodorkan lima agen pemain berlisensi FIBA. Toh, Aspac telah memiliki pemain naturalisasi yang sudah memperkuat tim sejak musim lalu, Anthony Ray Hargrove Jr.

Sesuai aturan IBL, masing-masing tim hanya diperbolehkan belanja dua pemain asing. Bagi yang sudah punya pemain naturalisasi itu akan dihitung satu pemain asing.

“Tidak ada masalah. Itu pelatih yang lebih tahu. Kita sudah mengurusi dia satu tahun dan dia sudah bersedia untuk pindah kewarganegaraan. Lalu kemudian setelah pindah ternyata kita tidak pakai, bagaimana rasanya? Jadi seperti itu saja,” kata Irawan Haryono, direktur utama Aspac.

“Sekarang nasional butuh dia, kalau kita tidak pakai, nasional pakai tidak? Kalau masalah kualitas kan bisa dilihat nanti.

“Soal pemain asing yang baru, ya mudah-mudahan bagus lah. Kalau masalah kriteria yang dipilih semua kan pilihan pelatih. Kami tetap targetkan juara,” ujar dia lagi.

Menurut rencana, seri I IBL akan digelar Surabaya pada 20 Januari 2017. Penyelenggaraan akan dilakukan di delapan kota, dengan Jakarta mendapat kesempatan tiga kali jadi tuan rumah dan Bandung mendapat kesempatan dua kali jadi tuan rumah, tiga kota lainnya Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta kebagian jatah satu kali. @DF

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.