Aku puntur Telinga Bantu Kurangi Berat Badan?

Korantangerang.com – Akupuntur atau terapi pengobatan tradisional dan komplementer yang dipercaya dapat meningkatkan kondisi kesehatan secara alami. Satu studi bahkan pernah mengklaim, akupunktur bisa membantu menurunkan berat badan.

Prosedur memasukkan jarum berukuran 2 mm ke dalam lima titik di seputaran telinga luar ini dikatakan peneliti dapat mengurangi berat badan seseorang dalam kurun 8 minggu, terutama menguruskan bagian tubuh di sekitar perut. Termasuk dengan metode satu titik.

Tim peneliti dari Kyung Hee University di Seoul, Korsel, membuktikannya dengan melibatkan 91 orang dewasa yang kelebihan berat badan dan diminta menjalani metode diet yang sama. Sepertiga di antaranya kemudian menjalani akupunktur, sementara sisanya diberi pengobatan biasa.

Hampir sepertiga partisipan dilaporkan menyerah dan berhenti menjalani diet sebelum masuk minggu kedelapan, 15 orang di antaranya adalah kelompok yang diberi pengobatan biasa. Hal ini terjadi karena mereka kesulitan mengelola rasa lapar dan tidak tahan menjalani diet ketat.

Namun pada partisipan yang mampu melanjutkan diet, indeks massa tubuh mereka menurun hingga lebih dari enam persen. Ini terjadi pada partisipan yang menjalani akupunktur dan 5,7 persen pada partisipan dengan metode satu titik.

Lingkar pinggang partisipan yang menjalani akupuntur juga terlihat paling banyak menyusut, bahkan perbedaannya sudah terlihat signifikan dalam kurun empat minggu saja. Akan tetapi, penelitian yang dipublikasikan pada 2013 ini menuai kritik.

Menurut informasi latar belakang yang diberikan dalam jurnal, terapi akupunktur aurikularis didasarkan pada pemahaman bahwa telinga luar mewakili semua bagian tubuh. Ilmu itu pertama kali digunakan di Perancis pada 1956 oleh seorang dokter.

Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa desain penelitian itu cacat dan kesimpulannya sangat tidak masuk akal. Para ahli yang tidak terlibat dalam studi tersebut mengatakan bahwa akupunktur tidak dapat diandalkan dan hanya akan membuang-buang uang.

“Sulit untuk memikirkan perawatan yang kurang masuk akal daripada akupunktur telinga,” kata Edzard Ernst, seorang profesor pengobatan komplementer di Inggris University of Exeter. Ia mengatakan bahwa penelitian dan kesimpulan tersebut harus dilihat dengan sangat hati-hati.

Kevin McConway, seorang profesor statistik terapan di Universitas Terbuka, mencatat bahwa studi tersebut cacat karena lebih dari sepertiga peserta studi yang kecil tersebut tidak menyelesaikan percobaan, dan kesimpulannya tidak memperhitungkan ini.

“Studi ini hanya berlangsung delapan minggu dan tidak melihat efek jangka panjang dari kelebihan berat badan. Di dunia ini banyak menawarkan perawatan penurunan berat badan yang tidak memiliki efek jangka panjang yang bisa dibuktikan,” komentarnya, seperti dilansir dari Zeenews.

 

(Ani Susanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *