Aksi Solidaritas, Wartawan Kota Tangerang Tuntut Kapolres Tindak Tegas Pelaku Pemukulan Wartawan

Korantangerang.com – Aksi solidaritas wartawan atas tindak kekerasan yang dialami seorang wartawan TV Nasional, Kusnadi alias Baduy saat bertugas meliput bentrokan massa di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, pada Sabtu (30/12) malam dilakukan oleh sejumlah wartawan dihalaman Mapolrestro Tangerang Kota, Selasa (2/1/2017.

Dalam orasinya, para wartawan mendesak Kapolres Metro Tangerang Kota, agar mengusut tuntas kasus kekerasan yang dialami rekan seprofesinya, karena dinilai tidak melakukan tindakan atas pelaku kekerasan tersebut.

Andi Lala, Ketua Forum Wartaean Tangerang (Forwat) selaku kordinator aksi mengatakan, Pers dalam melaksanakan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

“Keberadaan pers memiliki posisi strategis, seringkali disebut sebagai pilar keempat dari sistem demokrasi di Indonesia setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” kata pria yang akrab disapa Lala.

Dalam Undang-Undang Pokok Pers itu sudah sangat jelas, bahwa pers diberi kebebasan dalam melakukan peliputan.Tetapi seringkali mendapat tindak kekerasan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk itu, kami mengutuk keras oknum premanisme yang melakukan kekerasan terhadap salah seorang jurnalis. Beri sanksi oknum yang melakukan pemukulan terhadap jurnalis. Kapolres harus bisa memberikan sanksi tegas kepada oknum premanisme tersebut,” tukas Lala.

Sementara Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengaku bahwa dirinya berjanji akan mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.

“Kami akan mengusut hingga tuntas kasus ini, kami juga telah mengamankan satu pelaku dan kini sedang dilakukan pengembangan,” pungkas Harry saat menemui beberapa perwakilan aksi solidaritas wartawan. (Zher).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *