Di Rangkasbitung, Jengkol Tembus Rp 50 Ribu

jengkolGara-gara langka di pasaran, harga jengkol di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menembus angka Rp 50.000 per kilogram. Kelangkaan terjadi sejak tiga pekan terakhir.

Aktivis pedagang sayuran di Pasar Rangkasbitung mengakui, sejak tiga pekan terakhir pasokan jengkol menghilang. Menghilangnya pasokan jengkol diduga karena belum memasuki musim panen.

Kemungkinan lain, banyak pohon jengkol ditebang untuk keperluan bahan bangunan dan kerajinan rumah tangga.

Seorang pedagang bernama Suryani mengemukakan, akibat kelangkaan harga jengkol di pasaran yang biasanya sekitar Rp 20 ribu per kilo, melambung hingga mencapai Rp 50 ribu per kilo. “Harganya melebihi daging ayam sebesar Rp 25.000,” ujarnya seperti dikutip antara, Rabu (5/6/2013).

Soleh, seorang pedagang lain di Pasar Rangkasbitung, menyebutkan, saat ini pasokan jengkol dari sejumlah petani di Kabupaten Lebak berkurang. Penyebabnya, banyak pohon jengkol beralih fungsi menjadi perumahan maupun perkebunan.

Sebelumnya, kata Soleh, sentra jengkol di Kabupaten Lebak merata di setiap kecamatan. Kini, jengkol di Rangkasbitung dipasok dari Provinsi Lampung dan Palembang. “Kami berharap petani kembali mengembangkan tanaman jengkol karena permintaan pasar cukup tinggi,” harapnya.

Kepala Pasar Rangkasbitung Dedi Rahmat mengungkapkan, selama pasokan jengkol menghilang, pedagang terpaksa berjualan komoditas lain.

“Para pedagang jengkol beralih menjadi pedagang buah-buahan atau umbi-umbian,” ujar Dedi yang memperkirakan kelangkaan jengkol terjadi akibat musim panen belum tiba.

 

Sumber: kabar6.com

About the Author

has written 1900 stories on this site.

One Comment on “Di Rangkasbitung, Jengkol Tembus Rp 50 Ribu”

Trackbacks

  1. relevant web site
Copyright © 2014 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.