Mukomuko Tambah Tunjangan Guru Desa Terpencil

mukomukoDinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menambah anggaran dalam APBD setempat untuk tunjangan guru desa terpencil di daerah itu, dari Rp 225 juta tahun 2012 menjadi Rp 250 juta tahun 2013.

“Tahun ini ada penambahan dana untuk tunjangan guru di desa terpencil yang kami usulkan sebesar Rp25 juta,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Mukomuko, Nurhasni, di Mukomuko, Kamis (2/5/2013).

Ia memperkirakan, dengan penambahan dana tunjangan untuk guru di desa terpencil itu, maka setiap guru yang sebelumnya dapat tunjangan Rp 175.000 per bulan, tahun ini sekitar Rp 200.000 hingga Rp 250.000 per bulan.

Bahkan, kata Nurhasni, nilainya bisa saja lebih besar, jika desa terpencil di daerah itu tahun ini berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya ada 13 SD dan 11 SMP yang masuk dalam desa terpencil, kemungkinan tahun ini jumlah itu berkurang, jika ada desa terpencil yang telah dibangun jalan dan mudah dijangkau,” katanya.

Namun, lanjut Nurhasni, untuk menentukan desa terpencil atau tidak lagi ada kriterianya, dan kriteria itu dari pemerintah setempat. Tugas dari instansi itu memetakan kembali jumlah sekolah sekolah yang masuk desa terpencil, termasuk jumlah gurunya.

“Kami petakan dahulu jumlah sekolah yang masuk desa terpencil, sehingga data itu yang akan jadi pedoman pemberian tunjangan guru,” tambahnya.

Terkait dengan tunjangan guru desa terpencil yang belum dibayarkan hingga sekarang, menurut Nurhasni setelah selesai pemetaan, semua tunjangan guru itu dirapel dan dibayarkan sekaligus mulai bulan Januari hingga April.

Ia menerangkan, tidak hanya pemerintah setempat yang mengalokasikan dana untuk memberikan kesejahteraan bagi guru desa terpencil tetapi beberapa guru di daerah khusus, juga menerima tunjangan dari pemerintah pusat.

“Nilainya setiap guru memperoleh sebesar Rp1,5 juta per bulan, namun kami tidak hapal jumlah guru yang menerima tunjangan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru cukup besar terutama guru di desa terpencil, sekarang tinggal lagi guru yang harus terus meningkatkan kompetensinya.

Karena kompetensi guru di daerah itu secara umum masih rendah, terutama guru sertifikasi. Untuk itu, ia berharap, guru di daerah itu punya prinsip bahwa belajar itu seumur hidup.

 

Sumber: kompas.com

About the Author

has written 1903 stories on this site.

Copyright © 2014 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.